Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda IBRAH Si Kecil Berhati Besar
IBRAH

Si Kecil Berhati Besar

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
17 Feb, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Kartika
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Sambil menunggu pelanggan, aku duduk di depan kios. Karena kiosku terletak di pinggir jalan, jadi aku banyak melihat orang lalu-lalang, baik itu pejalan kaki, atau pengendara.

Dari kejauhan aku mellihat ada dua orang anak perempuan mengendarai sepeda, tiba tiba  "brak!" mereka terjatuh.

Anak yang satu cepat bangun sambil tertawa, ia menertawakan temannya yang susah bangun karena tertindih sepedanya.

Mataku tidak berkedip  memandangi mereka, dan ternyata anak yang satu itu tidak bisa bangun. Aku iba, tidak tega melihat anak itu menangis. Aku segera menghampirinya dan aku membantu anak itu agar bisa bangun.  Aku melihat ada luka di kakinya, dia meringis sambil terisak menahan sakit, tangannya memegang kakinya yang terus mengeluarkan darah.

"Nak, tunggu sebentar ya! Ibuk ambilkan obat luka dulu," pintaku pada anak itu.

"Jangan Buk, tidak usah, aku tidak mau, aku takut lukaku bertambah perih," rengeknya.

"Tidak Nak, lukamu harus segera diobati. Kalau tidak, nanti kakimu bisa infeksi," ujarku meyakinkan.

Tanpa menunggu jawaban lagi, aku bergegas masuk ke dalam kios untuk mengambil cairan obat luka yang berwarna merah itu, yang memang sengaja aku sediakan untuk P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).

Aku segera menghampiri anak itu yang masih terisak. Tanpa menghiraukan jeritnya, aku teteskan obat itu ke lukanya.

"Aaaww!" pekiknya.

Aku ikut meringis, "Tidak apa-apa Nak, nanti juga sembuh. Sekarang pulang ya!" Seruku.

Mereka pun pulang.

Kurang lebih dua tahun, setelah kejadian itu, aku agak sedikit lupa, ketika aku sedang belanja kebutuhan pokok, tiba - tiba ada beberapa orang anak gadis menghampiriku. Ternyata mereka murid - murid pengajianku, sambil tersenyum dan menyapa mereka menyalamiku.

"Ibuuk...,"  sapa mereka.

"Eee..., kalian", balasku, sambil memicingkan mata tanda aku tersenyum kepada mereka. 

Karena aku bercadar,  jadi mereka tidak akan bisa melihat senyum manisku yang mengalahkan manisnya madu.  Eaa... itu pikirku...!

Dari beberapa anak gadis tersebut ada satu orang yang tidak aku kenal. Dia juga menyalamiku sambil senyum sumringah.

"Ibuuu," sapanya.

"Iiyaa, kamu siapa sayaang? Ibu tidak kenal" tanyaku dengan nada merayu.

"Ibuk lupa ya? Aku yang dulu pernah ibuk tolong ketika aku jatuh dari sepeda, terimakasih ya Ibuk", jawabnya.

" MaasyaaAllah, Ooo...jadi kamu ya yang pernah ibu tolong waktu itu? Ibu ingat sekarang, kamu sudah besar ya, ibu doakan kamu sehat terus," ujarku sambil mengelus kepalanya.

 "Aamiin," seru mereka  mengaminkan doaku.

Kemudian mereka pamitan lalu mereka pun pergi.

Pagi itu, aku duduk sambil menikmati teh hangat, sekilas aku teringat akan kejadian yang kualami, mungkin bagi sebagian orang, itu hal biasa, tetapi bagiku itu sangat luar biasa. Mataku membasah, terharu dengan sikap anak gadis itu. Dia tidak lupa dengan apa yang sudah aku lakukan kepadanya, padahal waktu sudah lama berlalu. Aku pun tidak menganggap itu hal istimewa, hanya menolong seorang anak kecil. 

Akan tetapi, ketika dia berterimakasih dan menyalamiku, ada setitik bahagia di hati, merasa diri mempunyai arti.

Ini juga  menandakan, bahwa anak itu seseorang yang tidak  lupa akan kebaikan yang pernah dia terima.

Ada pelajaran penting dari kajadian tersebut. Pertama, jangan pernah melupakan kebaikan sekecil apapun yang kita terima dari orang lain.

Kedua, balaslah kebaikan orang lain dengan hal serupa atau minimal dengan mengucapkan terima kasih apalagi sambil mendoakan, “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan", karena berterimakasih atas pemberian orang lain adalah perangai yang terpuji.

Ketiga, ikhlaslah dalam melakukan semua hal! Jangan berharap balasan dari manusia, lakukanlah karena Allah Ta’ala, karena kabaikan sekecil apa pun yang kita lakukan tidak akan luput dari pengawasan-Nya. 

Sungguh, seseorang yang berbuat baik kepada kita, mereka telah mengorbankan apa yang ada pada dirinya. Baik itu berupa harta, ilmu, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya.

Maka, setiap muslim hendaklah menghiasi diri dengan amal seperti itu.

"Tidak ada balasan kebaikan, kecuali kebaikan (pula)". (QS Ar - Rahman: 60) 

Sudahkah berterimakasih kepada orang yang berbuat baik kepada kita? Jika belum, berterimakasihlah sekarang! Karena berterimakasih kepada manusia itu sebagian cara bersyukur kita kepada Allah Ta’ala.


Wallahu alam bisshawwab.
Via IBRAH
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us