Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Kebijakan MBG Menuai Beragam Masalah, Sudah Seriuskah Negara Mengurus Generasi?
Opini

Kebijakan MBG Menuai Beragam Masalah, Sudah Seriuskah Negara Mengurus Generasi?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
24 Feb, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Sulis Setiawati 
(Aktivis Muslimah)

TanahRibathMedia.Com—Masalah MBG yang terjadi salah satunya adalah kurangnya anggaran negara. Dilansir melalui laman www.brilio.net (17-1-2025) disampaikan bahwa anggaran untuk program makan bergizi gratis mencapai Rp.71 triliun. Dadan Hindayana selaku Kepala Badan Gizi Nasional menyebutkan bahwa setidaknya  dibutuhkan Rp.100 triliun agar 82,9 juta penerima manfaat dapat menikmati makan bergizi gratis.

Semestinya alokasi anggaran untuk program MBG ini sudah matang digodok, Namun realitasnya,masih setengah matang. Jangankan berbicara tentang penerima manfaat yang belum merata, dilansir melalui laman (Kompas.com, 20-01-2025) terdapat 40 murid keracunan usai santap MBG. Inikah yang dinamakan peduli pada generasi? Sudah seriuskan negara mengurus generasi? Akankah terwujud generasi Indonesia emas yang diimpikan jika MBG justru membahayakan keselamatan generasi?  Atau generasi hanya dijadikan kelinci percobaan?

Dalam hal ini, Dadan Hindayana selaku Kepala Badan Gizi Nasional menerangkan pihaknya memiliki standar tertentu ketika melaksanakan MBG. Sejumlah standar itu antara lain pemenuhan kalori dalam MBG serta menghitung higienisnya makanan. Dia pun menjami dapur MBG memenuhi kedua standar itu.

Terkait dengan kurangnya anggaran MBG, sebenarnya negara telah melakukan efisiensi anggaran untuk menutup kebutuhan anggaran beberapa program MBG. Namun sayangnya, MBG masih banyak menuai masalah, sehingga tujuan efisiensi berpotensi tidak menyelesaikan masalah. 

Penyebab Utama Masalah MBG

Kepemimpinan berasaskan sekularisme menjadi penyebab utama, kepemimpinan yang membebaskan manusia untuk mengatur kehidupan berdasarkan akal dan hawa nafsunya saja. Sehingga kezaliman dan ketidakadilan tak terhindarkan. Rakyat dipaksa membayar berbagai macam pajak, namun rakyat tidak mendapatkan kesejahteraan hidup. Kebijakan MBG yang bertujuan memperbaiki masalah gizi generasi, ternyata tidak terealisasi dengan berbagai alasan.

Dalam Islam, penguasa adalah raa’in yang berperan sebagai pengurus rakyat yaitu mewujudkan kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan pokok. Bukan sebagai regulator dan fasilitator yang makin nyata yang diurus adalah pihak-pihak yang punya kepentingan bahkan makin menguatkan korporatokrasi. 

Solusi Tuntas Masalah Gizi Generasi dalam Islam

Dalam Islam, prinsip kedaulatan ada di tangan syarak yang menjadikan penguasa tunduk dan taat pada hukum syarak, bukan kepada pihak yang ingin mendapatkan keuntungan semata. Salah satu visi politik negara Islam sebagaimana tuntunan syariat adalah dengan menjamin pemenuhan kebutuhan asasiyah seluruh rakyatnya termasuk kebutuhan pangan baik kuantitas maupun kualitas. 

Adapun mekanisme yang dilakukan adalah dengan menyediakan lapangan pekerjaan secara luas kepada para laki-laki. Dalam Islam, sumber daya alam berupa air, padang rumput, dan api adalah kepemilikan umum. Pengelolaan sumber daya alam yang dikelola langsung oleh negara akan terbukanya lapangan-lapangan industri dalam jumlah yang besar untuk rakyat bisa mendapat pekerjaan.

Kewajiban negara berikutnya adalah membangun kedaulatan pangan di bawah departemen kemaslahatan umum. Inilah tugas departemen yang akan menjaga kualitas pangan dan mengoptimalkan produksi pangan dalam negeri dengan mengaktifkan pertanian, perikanan maupun perkebunan, dan sebagainya.

Negara juga wajib membangun infrastruktur yang memadai agar rakyat mudah menekuni pekerjaannya dan terus termotivasi demi terwujudnya kedaulatan pangan. Di samping itu, Islam juga menetapkan pelayanan pendidikan, Kesehatan, dan keamanan yang dijamin oleh negara. Negara akan melibatkan para ahli dalam membuat kebijakan terkait pemenuhan gizi dan pencegahan stunting, maupun mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.

Adapun dana yang akan digunakan oleh negara bersumber dari Baitulmaal agar dapat mewujudkan semua kebijakan pengurusan urusan rakyat. Selaras dengan hal ini, prinsip kedaulatan di tangan syarak yang menjadikan penguasa tunduk dan taat pada hukum syara’, bukan kepada pihak yang ingin mendapatkan keuntungan semata. 

Jabatan yang diemban oleh tiap individu dalam kepemimpinan Islam kaffah adalah sebagai amanah yang akan dipertanggungjawabkan bukan hanya di dunia, melainkan di akhirat kelak. Sehingga alokasi dana yang telah disiapkan akan dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab dan disertai dengan perencanaan yang matang. Akhirnya hanya kepemimpinan Islam  yang mampu menjamin kebutuhan gizi generasi dengan mekanisme sesuai syariat Islam sekaligus yang akan melahirkan generasi pembangun peradaban mulia.

Wallahu'alam bishawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us