Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Petaka dalam Rumah
Opini

Petaka dalam Rumah

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
04 Sep, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Warjianah
(Muslimah Pemalang, Jawa Tengah) 

TanahRibathMedia.Com—Rumah merupakan tempat untuk mendapatkan kasih sayang, ketenangan, kenyamanan dan berlindung dari kejahatan di luar. Namun, amat disayangkan.Ternyata definisi rumah seperti itu tidak dirasakan pada saat ini. Akhir-akhir ini, definisi rumah berubah menjadi tempat mengundang petaka. Banyak kasus di dalam rumah yang menjadikan anggota rumah menjadi korban dan pelaku. Seperti yang terjadi pada kasus ibu bunuh anak tirinya di Kalimantan Barat dikarenakan rasa enggan mengurus korban (Kompas.com, 26-8-2024).
 
Di kecamatan Balikpapan Barat, seorang anak bunuh ibu kandung dengan menikam (Detik.com, 24-8-2024). Terdapat juga, di kabupaten Cirebon kecamatan Depok, Desa Kasugengang terjadi pembunuhan. Seorang anak berinisial K (22) membunuh ayahnya berinisial J (52). Kronologinya si pelaku (K) menganiaya adik perempuannya yang bernama Aam, kemudian ayahnya berusaha menengahi masalah tersebut. Ternyata nasehat ayahnya tidak didengarkan, justru menganiaya ayahnya (Metrotvnews.com, 24-8-2024).

Rasa kasih sayang telah hilang terlihat dari beberapa pelaku yang tega melukai anggota keluarganya. Hal semacam ini dikarenakan beberapa faktor, di antaranya faktor internal dan eksternal. Faktor internal, seperti membandingkan antar anak, kurangnya orang tua memberikan pemahaman agama berkaitan dengan berperilaku, dan orang tua tidak mengajar terkait pengendalian emosi ketika menghadapi masalah. Sedangkan faktor eksternal, yang memengaruhi dalam masalah ini. Tidak lain, tayang media mempengaruhi untuk mencontoh tindakan kriminal/ penganiayaan, lingkungan bergaul yang membentuk perilaku bertindak kriminal/ kurangnya perasaan simpati, dan sifat masyarakat yang tidak peduli terhadap setiap masalah. 

Sistem Sekularisme Penyebabnya

Sistem sekularisme ialah sistem yang mengatur kehidupan manusia, hanya mengambil sebagian aturan agama dalam mengatur kehidupannya. Seperti halnya ibadah, zakat, puasa, haji, dan syahadat. Namun hukum terkait  pola pengasuhan anak, hak waris, menutup aurat, dilarang menghilangkan nyawa seorang muslim, bahkan sanksi potong tangan bagi pencuri, rajam bagi pelaku zina yang sudah nikah, dan sebagainya, tidak diambil dalam sistem ini. Sehingga tak heran jika saat ini, masalah tidak bisa tersolusikan. Yang ada pada sistem ini hanya penawaran mencegahan bukan penuntasan masalah. Maka tidak lain saat ini butuh sistem yang dicontohkan Rasullulah, yakni Daulah Islamiyah. Sistem ini akan menuntaskan penyebab masalah tadi, baik faktor eksternal maupun internal. Sebab, jika sistem ini diterapkan tidak mudah seseorang untuk melakukan pembunuhan. Sebab sistem ini menjelaskan bagi menghilangkan nyawa seorang muslim tanpa di benarkan dalam ajaran Islam, seperti pada firman Allah Swt., 

نًا مُتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا

“Siapa saja yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, balasannya ialah neraka Jahanam. Ia kekal di dalamnya. Allah murka kepadanya, mengutuknya, dan menyediakan baginya azab yang besar.” (QS An-Nisa`[4]: 93).

Hukumannya sudah jelas pada sistem yang Rasulullah contohkan. Jika menghilangkan nyawa seseorang dengan sengaja harus dibalas hukuman mati. Sistem yang dicontohkan Rasulullah apabila diterapkan akan memberikan efek jerah bagi pelakunya. Sehingga sistem ini sangat ampuh jika di terapkan dan tak ada lagi kasus yang sama akan terulang. Wallahu'alam bissawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

Tanah Ribath Media- April 24, 2026 0
Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS
Oleh: Putri Ramadhini (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Iran telah di embargo selama hampir 50 tahun oleh AS sejak revolusi pada t…

Most Popular

Dampak Judi Online terhadap Kerusakan Moral Generasi dalam Sistem Kapitalisme

Dampak Judi Online terhadap Kerusakan Moral Generasi dalam Sistem Kapitalisme

April 19, 2026
Negeri di Atas Kertas: Memutus Rantai Sandera Energi Global

Negeri di Atas Kertas: Memutus Rantai Sandera Energi Global

April 19, 2026
Dana Umat Mengentaskan Kemiskinan, Solutifkah?

Dana Umat Mengentaskan Kemiskinan, Solutifkah?

April 19, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Dampak Judi Online terhadap Kerusakan Moral Generasi dalam Sistem Kapitalisme

Dampak Judi Online terhadap Kerusakan Moral Generasi dalam Sistem Kapitalisme

April 19, 2026
Negeri di Atas Kertas: Memutus Rantai Sandera Energi Global

Negeri di Atas Kertas: Memutus Rantai Sandera Energi Global

April 19, 2026
Dana Umat Mengentaskan Kemiskinan, Solutifkah?

Dana Umat Mengentaskan Kemiskinan, Solutifkah?

April 19, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us