Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Banjir Barang Impor Lumpuhkan Industri Lokal
Opini

Banjir Barang Impor Lumpuhkan Industri Lokal

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
17 Agu, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Eci Aulia 
(Pegiat Literasi Islam)

TanahRibathMedia.Com—Ibarat air hujan yang turun tanpa henti membanjiri semua lini. Inilah gambaran atas masuknya barang impor ke Indonesia, terutama impor dari Cina. Ditambah lagi dengan impor ilegal yang masih bebas melenggang masuk tanpa permisi.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan membentuk satgas pemberantas impor ilegal. Pembentukan satgas ini dipicu oleh desakan berbagai pihak yang mengeluh tentang kelesuan yang terjadi pada industri tekstil dalam negeri. Karena produk dalam negeri kalah saing dengan produk impor yang lebih murah.

Menurutnya temuan ini diawali dengan terlihatnya selisih perbedaan jumlah data impor dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data dari negara asal. Data ekspor ke Indonesia dari negara asal jauh lebih besar dibanding data impor yang ada di BPS. Itu artinya banyak terdapat barang impor ilegal yang masuk ke Indonesia. Hal ini sudah terjadi sejak 2004 hingga hari ini (cnn.indonesia.com, 19-07-2024).

Secara otomatis, hal ini akan berdampak pada kelumpuhan industri lokal. Jika suasana industri lokal di negara luar, seperti Cina banyak mendapatkan support dan subsidi dari negaranya. Berbeda dengan industri lokal di dalam negeri. Minimnya upaya negara untuk memajukan bisnis industri lokal menjadi bukti bahwa industri lokal dianaktirikan. Bila demikian, wajar jika masyarakat lebih tertarik membeli produk luar ketimbang produk lokal.

Akibatnya, banyak pengusaha tekstil dan pedagang lokal yang gulung tikar karena sepinya omset penjualan. Pun banyak para pekerja yang terkena PHK. Alhasil, semakin tinggi angka pengangguran, maka kemiskinan dan kelaparan pun semakin menjamur. Dan masih banyak lagi dampak lain yang akan ditimbulkan. Jika ini tidak segera diatasi, maka lambat laun pertumbuhan industri lokal akan mengalami kelumpuhan, bahkan mati.

Negara seolah tak berdaya mengatasi hal ini, lagi pula tidak ada perlindungan terhadap industri tekstil dalam negeri. Sebab negeri ini mengusung sistem ekonomi liberal, yaitu pasar bebas.

Masyakarat bebas menjadi produsen dan memproduksi barang dan jasa tanpa diatur mekanismenya oleh negara. Dari sinilah muncul monopoli pasar hingga terjadinya kesenjangan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

Islam justru mewajibkan negara untuk menyiapkan bisnis yang kuat dan sehat. Sehingga terjadi kompetisi yang sehat dalam dunia industri  dan perdagangan. Tidak ada tumpang tindih, produk yang kalah bersaing dengan produk lain, seperti yang terjadi pada ekonomi kapitalisme liberal. Baik industri dalam negeri maupun luar negeri, semua akan terlindungi dalam regulasi yang bersumber dari Allah Swt. dan Rasul-Nya.

Negara akan memberikan support untuk industri dalam negeri dalam berbagai bentuk. Mulai dari pemberian bantuan modal bagi masyarakat yang ingin membuka usaha, tapi minim modal. Kemudian kebijakan yang kondusif dalam mengatur mekanisme perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Maka untuk ekspor dan impor, arus orang dan barang yang keluar masuk berada di bawah kontrol Departemen Luar Negeri.

Demikianlah Islam mengatur industri dan perdagangan dengan menerapkan sistem ekonomi Islam. Segala sesuatu yang diatur berdasarkan wahyu Allah Swt. tidak akan pernah menimbulkan kekacauan. Sebaliknya akan memberikan ketenangan karena diselesaikan dengan solusi yang mendasar bukan solusi parsial. Untuk itu, teruslah berjuang hingga kemenangan Islam mendekap kita dengan erat. Aamiin. Wallahu alam bissowwab
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us