Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Sastra Sampah Demokrasi
Sastra

Sampah Demokrasi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
01 Jan, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Maman El Hakiem

TanahRibathMedia.Com—Ini bukan kisah sebenarnya tentang raga manusia. Namun, tentang matinya hati saat demokrasi itu hanya ilusi. Mereka yang tergoda dan mencoba bermain "judi" seolah-olah akan bisa menjadi penyambung lidah rakyat. Padahal, sejatinya mereka hanya akan mengeruk pundi-pundi harta milik rakyat.

Di sebuah kota kecil, suasana gegap gempita begitu terasa dalam menyambut pesta demokrasi lima tahunan, baliho besar dengan wajah ceria seorang calon legislatif,  Fulan,  menghiasi sudut-sudut jalanan. Namun, di balik senyumannya yang tulus, tersembunyi kisah pilu tentang perjalanan politiknya.

Fulan telah berjuang tanpa kenal lelah untuk mewakili suara rakyat, tetapi saat penghitungan suara tiba, hasilnya tidak sesuai harapannya. Dia berjalan tanpa tujuan menelusuri jalanan yang sepi, dia memandang baliho besar yang kini terasa seperti Zombie  yang menghantui dirinya.

Hari itu, suara-suara pemilih yang seharusnya menjadi pelengkap mimpi politiknya justru berdiam diri. Fulan merenung, menggumamkan pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikirannya. Apakah pesannya tidak cukup tersampaikan? Apakah orang-orang telah melupakan janji-janjinya?

Setelah kekalahan itu, Fulan berjalan melewati baliho-baliho besar yang masih menggantung dengan semangat. Wajahnya yang pernah penuh harap kini mencerminkan kekecewaan. Namun, dia memutuskan untuk tetap memberikan yang terbaik untuk rakyat, meski bukan dari kursi legislatif.

Fulan mulai merencanakan proyek-proyek sosial, mengunjungi warga, dan mendengarkan keluhan mereka. Meskipun tak terpilih, dia menemukan kebahagiaan dalam memberdayakan komunitasnya. Setiap senyum dan terima kasih dari warga menjadi pelipur lara yang tak ternilai.

Pada akhirnya, meski tak menduduki kursi legislatif,  Fulan menyadari bahwa perjuangannya tidak sia-sia. Kegagalannya mengajarinya arti sejati dari kepemimpinan, bukan hanya sekadar gelar atau kekuasaan, melainkan kemampuan untuk menginspirasi dan membawa perubahan nyata di masyarakat.

Dengan hati yang penuh tekad, Fulan melangkah maju. Baliho-baliho besar mungkin sudah tidak menampakkan senyumannya lagi, tapi jejak perjuangannya akan tetap terukir dalam cerita kehidupan kota kecil itu. Namun, sayang langkah Fulan hanya dalam igauan karena nyatanya ia terbuang seolah hanya menjadi sampah.

"Sungguh kecewa, uang telah mengalir deras untuk membiayai pesta demokrasi, namun hasilnya seperti hanyut dalam arus ketidakpastian. Begitu banyak harapan yang terkubur di antara nota pengeluaran, membuat hati ini terasa lebih berat daripada kantong yang kian kosong."

Begitulah tulisan yang terdapat pada secarik kertas di samping tubuh yang yang tidak lagi bernyawa. Berbagai berita media massa mengabarkan Fulan tewas dan jenazahnya di temukan di antara tumpukan sampah yang hanyut terbawa arus sungai yang kotor. 

Wallahu'alam bish Shawwab.
Via Sastra
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us