Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Nasib Muslim Rohingya Makin Pilu, Sekat Nasionalisme Jadi Pemicu
Opini

Nasib Muslim Rohingya Makin Pilu, Sekat Nasionalisme Jadi Pemicu

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Des, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Sunaini, S.Pd., CTrQ. 
(Aktivis Muslimah dan Praktisi Pendidikan) 

TanahRibathMedia.Com—Salah satu keuntungan adanya teknologi canggih bagi manusia adalah kita bisa mengetahui informasi dengan cepat terkait berita terkini di dalam dan luar negeri. Misalnya konflik kaum minoritas muslim Rohingya yang berada di negara Myanmar yang bisa diakses hanya dalam hitungan detik. 

Dilansir dari (tirto.id, 30-11-2023) bahwa nasib muslim Rohingya ini tidak diakui status kewarganegaraannya. 
Tidak ada tempat bagi mereka. Malangnya mereka juga menerima berbagai penyiksaan. Akibatnya etnis Rohingya mengungsi untuk mendapatkan perlindungan atau suaka. Tercatat lebih dari seribu muslim Rohingya ini terombang-ambing di atas kapal kayu yang berbekal seadanya. Mereka pun menuju negara tetangga seperti Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Sedangkan di Indonesia tempat tujuan mereka adalah Provinsi Aceh. Dengan harapan Aceh dapat menerima, karena Aceh adalah wilayah yang kental nilai-nilai Islam.

Nasionalisme Menyekat Pertolongan kepada Sesama Muslim

Nasionalisme adalah suatu paham dan semangat mencintai negeri. Namun, semangat ini kemudian menjadi keliru dipahami tatkala umat tidak peduli terhadap persoalan umat muslim di luar negaranya. Apalagi ketika lahirnya aturan yang pada akhirnya keluar statement "urus saja masalah negera sendiri, mereka urus urusan mereka sendiri". 

Inilah gambaran bobroknya paham nasionalisme (nation state). Menjadikan umat muslim di seluruh dunia menjadi terpecah-pecah. Sehingga tidak mungkin mudah untuk melakukan pertolongan secara individu ataupun kelompok. 

Ketika muslim Rohingya meminta perlindungan atau suaka ke suatu wilayah misalnya, ke daerah Pidie, Aceh dan telah diterima. Tentu hal ini bukanlah solusi jangka panjang. Karena daerah memiliki budaya yang berbeda, serta keterbatasan dari berbagai hal. Seharusnya negaralah yang paling utama bertanggung jawab atas hal itu, apalagi pemimpinnya adalah seorang muslim. 

Kenyataan pahit memang terus berulang di dalam sekat nasionalisme dengan sistem demokrasi kapitalisme. Asas materialisme telah memperhitungkan untung rugi ketika memberikan pertolongan. Negara lebih memilih hubungan kerjasama ekonomi dari pada memberikan perlindungan untuk umat muslim. Karena itulah dalam nation state sulit membantu persoalan seperti di atas. 

Solusi Persoalan Rohingya

Sebagai umat Islam di wilayah manapun berada harus menyadari bahwa derita mereka adalah derita kita juga. Kaum muslimin itu adalah satu tubuh. Ketika ada anggota tubuh yang sakit maka akan sakitlah anggota tubuh yang lainnya. Di samping itu, negeri-negeri kaum muslimin harus kembali bersatu dalam satu ikatan akidah Islam dan dalam satu komando kepemimpinan Islam. Perumpamaan seikat lidi yang bersatu terikat oleh satu tali aturan Islam yang kuat. Kemudian, berdiri hanya satu kayu penguasa yang mampu menyatukan lidi-lidi hingga bergerak serempak untuk membawa sampah yang tidak berguna, dialah seorang khalifah. 

Oleh sebab itulah umat Islam di seluruh dunia harus bangun untuk menyadari bahwa harus ada satu pemimpin Islam di bawah naungan Daulah Islamiyyah yang mengikuti metode kenabian. Semoga segera terwujud dan akan menjadi sebuah keniscayaan.

 Wallahu 'alam bisshawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us