Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Meneladani Aktivitas Politik Rasulullah saw.
Opini

Meneladani Aktivitas Politik Rasulullah saw.

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Des, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh:  Aisyah Ummu Azra
(Aktivis Dakwah)

TanahRibathMedia.Com—Menjelang pemilu 2024, aktivitas politik pun semakin banyak diminati oleh masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pengusaha hingga kalangan artis. Sayangnya, banyak diantara para aktivis politik saat ini tidak memiliki visi dan misi yang jelas dalam berpolitik. Tak jarang dari mereka hanya menjadi aktivis politik sementara. Ketika mereka gagal dalam mendulang suara demi meraih kekuasaan maka aktivitas politik pun terhenti.

Sebagai muslim, tentu rujukan kita dalam segala hal adalah aturan Islam. Termasuk ketika ingin berkiprah di dalam dunia politik rujukannya adalah syariat Islam. Sebab, Islam sebagai agama yang sempurna telah menjelaskan secara rinci tentang aktivitas politik. Islam tidak memandang politik sebagai sesuatu yang kotor dan najis seperti apa yang dikatakan kebanyakan orang saat ini, hingga mereka membenarkan gagasan tentang pemisahan agama dari politik yang merupakan pemikiran Barat.

Politik Islam tegak diatas akidah Islam. Fungsinya adalah untuk melaksanakan hukum-hukum Islam di dalam negeri dan melakukan dakwah ke luar negeri. Hakikat politik Islam adalah pengurusan seluruh urusan umat berdasarkan kebenaran dan keadilan aturan-aturan Islam.

Sirah Rasulullah saw. menghimpun berbagai kisah yang liar biasa berkaitan dengan sikap dan aktivitas politik Rasulullah saw.. Misalnya ketika Rasulullah saw. berinteraksi dengan kaum kuffar, mengungkap rencana buruk mereka, termasuk mengadopsi berbagai kemaslahatan umat. Dari sana kita bisa belajar bagaimana Rasulullah saw. melakukan aktivitas politik yakni dengan membongkar makar buruk kaum kuffar.

Tentu yang mendorong Rasulullah saw. melakukan aktivitas politik adalah akidah Islam, bukan karena haus jabatan dan kekuasaan. Meskipun kekuasaan adalah hal yang tetap dipandang penting. Karena dengan kekuasaanlah umat Islam menerapkan hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Bukan seperti saat ini, kekuasaan hanya digunakan sebagai alat untuk mewujudkan kepentingan para oligarki, mereka mengkhianati kepentingan-kepentingan umat melalui slogan-slogan kosong hanya untuk meraih dukungan umat kepada mereka.

Masihkah kita menaruh harapan pada sistem politik hari ini yang sejatinya pemiliknya panggung politik itu adalah para oligarki? Belum jugakah karut- marutnya kondisi negeri ini menyadarkan kita tentang buruknya peran penguasa hari ini di panggung politik oligarki? Sudah saatnya kita merenungi apa yang difirmankan Allah Swt. dalam surah Al-An'am ayat 57,

Artinya: "Katakanlah (Muhammad), “Aku (berada) di atas keterangan yang nyata (Al-Qur'an) dari Tuhanku sedang kamu mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kamu tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia pemberi keputusan yang terbaik.” (QS Al-An'am: 57).

Dengan mentadabburi ayat ini maka jelaslah bahwa yang berhak menetapkan hukum hanyalah Allah Swt. Maka tidak ada jalan lain bagi umat Islam untuk mengembalikan hak Allah sebagai pembuat hukum atas seluruh alam, kehidupan dan manusia, kecuali kembali pada aktivitas politik Islam yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat. Politik Islam yang meniscayakan kebaikan untuk seluruh manusia.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us