Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Gaza dan Ketiadaan Perisai Umat
OPINI

Gaza dan Ketiadaan Perisai Umat

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Salma Rafida
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Gencatan senjata kerap dipromosikan sebagai titik harapan di tengah konflik berkepanjangan. Namun, realitas di Gaza justru menunjukkan sebaliknya. Alih-alih menjadi jalan menuju perdamaian, gencatan senjata sering kali hanya menjadi jeda semu—sebuah ilusi yang menenangkan opini publik dunia, sementara kekerasan tetap berlangsung dalam bentuk lain.

Dilansir dari ALJAZEERA (18 Juni 2026), lebih dari 1.000 tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak gencatan senjata. Serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di Kota Gaza telah menewaskan sedikitnya tiga warga Palestina. Jumlah korban tewas akibat serangan Israel telah melampaui 1.000 jiwa sejak gencatan senjata yang dimediasi AS pada Oktober 2025.

Fakta bahwa korban jiwa terus berjatuhan bahkan setelah kesepakatan gencatan senjata diberlakukan menjadi bukti nyata rapuhnya komitmen tersebut. Lebih dari seribu nyawa melayang sejak kesepakatan itu dimulai, menegaskan bahwa penghentian konflik yang diumumkan tidak benar-benar menghentikan penderitaan di lapangan. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah gencatan senjata benar-benar bertujuan menciptakan perdamaian, atau sekadar strategi politis untuk meredam tekanan internasional?

Peran negara-negara besar, khususnya yang terlibat sebagai mediator, juga patut dikritisi. Ketika pihak yang sama berperan sebagai penjamin perdamaian sekaligus memiliki kepentingan strategis dengan salah satu pihak konflik, objektivitas menjadi sulit dipertahankan. Hal ini memperlemah kepercayaan publik global terhadap proses perdamaian yang sedang berlangsung. Pada akhirnya, akar persoalan tidak hanya terletak pada pelanggaran kesepakatan, tetapi pada belum adanya solusi yang adil dan menyeluruh. Tanpa keadilan yang nyata, setiap gencatan senjata hanya akan menjadi siklus berulang: konflik, jeda, lalu konflik kembali.

Dunia internasional perlu melampaui pendekatan simbolis dan mulai mendorong solusi yang benar-benar berorientasi pada kemanusiaan dan keadilan. Tanpa itu, Gaza akan terus menjadi saksi bisu dari janji-janji perdamaian yang tak pernah benar-benar ditepati. Akar persoalan dari penjajahan yang terjadi bukan sekadar pada konflik di permukaan, tetapi pada ketiadaan perlindungan yang kokoh bagi umat. Umat Islam membutuhkan kekuatan kolektif dan sistem yang mampu menjaga serta melindungi mereka secara menyeluruh. Karena itu, yang dibutuhkan bukan gencatan senjata yang bersifat sementara, melainkan solusi yang menyentuh akar masalah dan mampu menghentikan kezaliman secara nyata.

Permasalahan Palestina seharusnya diselesaikan dengan pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, yaitu dengan persatuan umat, menegakkan keadilan, melindungi yang tertindas, serta menghapus segala bentuk penjajahan. Perjuangan dalam Islam tidak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga melalui harta, pemikiran, dan kontribusi nyata untuk menegakkan kebenaran. Hal ini sebagaimana firman Allah, “Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun berat, dan berjuanglah dengan harta dan dirimu di jalan Allah…” (TQS At-Taubah: 41).

Kekuatan umat akan semakin besar apabila terbangun persatuan yang kokoh. Dengan persatuan tersebut, umat memiliki kemampuan untuk menghadirkan perlindungan, menjaga kehormatan, dan memperjuangkan keadilan bagi seluruh kaum Muslim. Oleh karena itu, upaya membangun kembali kekuatan umat melalui persatuan, kesadaran, dan penerapan nilai-nilai Islam menjadi hal yang sangat penting. Dengan cara inilah diharapkan akan lahir perlindungan yang mampu menjaga setiap jengkal tanah dan hak-hak umat secara adil dan berkelanjutan. Wallahu a’lam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us