Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Diabetes Menyerang Usia Produktif
SP

Diabetes Menyerang Usia Produktif

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
01 Jul, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Banyak usia produktif saat ini terserang penyakit kronis, yakni diabetes melitus. Salah satu wilayah yaitu Provinsi Banten mencatat data penderita diabetes banyak terjadi di kalangan usia produktif. Tercatat hingga 10 Juni 2026, jumlah penyandang diabetes melitus mencapai 94.607 orang yang tersebar di delapan kota dan kabupaten. Dari jumlah tersebut, kelompok usia 15-59 tahun tercatat 69.809 kasus atau 73,8℅. Sedangkan usia 60 tahun ke atas terdapat 22.905 kasus, ada juga kasus yang terjadi pada anak usia 1-5 tahun yakni 241 kasus dan usia 6-14 tahun ada 1.651 kasus. Dinas kesehatan mencatat satu kasus bayi di bawah satu tahun terserang diabetes melitus (Bantennews.co.id, 16 Juni 2026).

Penyebab Diabetes Melitus

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. Ati Pramudji Astuti mengatakan, terjadinya diabetes ketika tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan hormon insulin secara efektif sehingga kadar gula menumpuk dalam darah. Menurut Ati, penyebab diabetes beda-beda sesuai jenis penyakitnya. Diabetes ada 2 tipe, tipe yang pertama, akibat reaksi autoimun yang menyerang sel pankreas. Tipe yang kedua, terjadi karena resistensi insulin yaitu tubuh tidak merespon insulin secara optimal. Ia juga menilai, tingginya kasus diabetes disebabkan oleh perubahan gaya hidup, minimnya aktivitas, konsumsi makan dan minuman yang manis secara berlebihan, pola tidur buruk, obesitas, dan faktor keturunan menjadi pemicu utama diabetes tipe kedua. Menurut penuturan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI, Eva Susanti, jka tidak tertangani ternyata penyakit diabetes melitus bisa menyebabkan penyakit lain (https://bantenprov.go.id/berita/bahaya-diabetes-mengintai-anak-muda). 

Melihat angka diabetes melitus menyasar ke usia produktif, akhirnya banyak upaya yang di lakukan salah satunya menurut Ati, perlunya perhatian keluarga untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungan rumah, dan menghimbau kepada orang tua untuk membatasi makanan dan minuman tinggi gula, memperbanyak makan sayuran buah, membiasakan anak aktivitas secara rutin. Bahkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 30 Tahun 2013, anjuran konsumsi gula perorang setiap hari 50 gr atau 4 sendok makan. 

Fakta di lingkungan rumah tangga, bahkan masyarakat, susah menerapkan upaya yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr Ati Pramudji Astuti. Sebab pemicunya adalah sistem kapitalis yang telah diterapkan saat ini, sehingga tidak ada pengawasan bahan pangan yang ketat. Sistem kapitalis saat ini hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa memperhatikan kesehatan bagi pengguna produk. Peran negara sebatas regulator, lebih mengutamakan bisnis dari pada kesehatan rakyatnya. Biaya yang mahal dalam mengakses kesehatan untuk rakyat, sehingga rakyat terbebani dan tidak sanggup untuk cek kesehatan. 

Solusi Persoalan Kesehatan

Masalah kesehatan perlu adanya peran negara sebagai pengurus, bukan berbasiskan kepentingan bisnis. Negara hadir untuk melayani rakyatnya, dengan memberikan akses pelayanan kesehatan yang bisa di jangkau, memberikan pengawasan dan kontrol yang ketat terhadap bahan pangan yang dikonsumsi rakyat. Peran negara yang seperti ini, hanya terjadi ketika penerapan sistem Islam. Hal ini pernah dicontohkan saat khalifah Umar bin Khattab, ketika melihat seorang ibu memasak batu untuk anaknya. Saat itu, khalifah Umar bin Khattab pulang mengambil gandum dan memikulnya sendiri, kemudian memberikannya kepada wanita tersebut. Ini menggambarkan bahwa khalifah Umar bin Khattab berusaha memberikan pelayanan kepada rakyatnya dengan layak. Wallahu a'lam bishawab

Warjianah
(Muslimah Peduli Generasi) 

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us