Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Derita Sunyi Anak Gaza Tercabik Luka
OPINI

Derita Sunyi Anak Gaza Tercabik Luka

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
15 Jun, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Rina Ummu Syahid
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Sejumlah anak di Gaza dilaporkan mengalami kehilangan kemampuan berbicara setelah menghadapi trauma berat akibat agresi yang terus berlangsung. Kondisi yang dikenal sebagai mutisme traumatis ini menjadi salah satu bukti nyata dampak perang terhadap kesehatan mental anak-anak Palestina. Di tengah dentuman bom, kehilangan orang-orang tercinta, serta ancaman kematian yang terus menghantui, sebagian anak tidak lagi mampu mengekspresikan rasa takut dan kesedihan mereka melalui ucapan.

Kenyataan ini menunjukkan bahwa penderitaan rakyat Gaza tidak hanya tampak dalam bentuk korban jiwa, luka fisik, maupun kehancuran infrastruktur. Dampak yang tidak kalah besar adalah kerusakan psikologis yang membekas dalam kehidupan mereka. Anak-anak yang semestinya tumbuh dalam suasana aman dan penuh kasih sayang justru harus menjalani masa kecil yang dipenuhi ketakutan, kehilangan, dan trauma berkepanjangan.

Enam bulan telah berlalu sejak diumumkannya gencatan senjata di Gaza. Namun demikian, berbagai bentuk kekerasan masih terus terjadi. Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia, Volker Türk, mengungkapkan bahwa serangan Israel tetap berlangsung secara berulang. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 846 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, meninggal dunia akibat rentetan serangan setelah gencatan senjata diberlakukan.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 20.000 anak di Gaza dilaporkan kehilangan nyawa akibat serangan Israel, sementara lebih dari 41.000 lainnya mengalami luka-luka. Secara keseluruhan, korban meninggal telah melampaui 72.000 jiwa dengan mayoritas berasal dari kalangan sipil, sedangkan jumlah korban luka mencapai lebih dari 172.000 orang (detikNews.com, 30-6-2026).

Berbagai fakta tersebut menunjukkan bahwa penghancuran yang menimpa rakyat Gaza tidak hanya menyasar aspek fisik, tetapi juga kondisi mental serta masa depan generasi mereka. Anak-anak yang seharusnya menatap masa depan dengan harapan kini dipaksa menghadapi kehilangan keluarga, tempat tinggal, akses pendidikan, bahkan kemampuan untuk berbicara. 

Di dalam Al Quran surat An-Nisa ayat 75 menunjukkan kewajiban kaum muslim untuk memiliki kepedulian dan berupaya membela mereka yang tertindas, termasuk saudara-saudara muslim di Palestina. Akan tetapi, hingga saat ini masyarakat internasional tampak belum mampu menghentikan berbagai pelanggaran yang terus berlangsung. Bantuan kemanusiaan yang disalurkan memang meringankan sebagian beban, tetapi belum mampu mengakhiri penderitaan yang dialami rakyat Gaza. Di sisi lain, banyak negeri muslim belum memperlihatkan langkah yang efektif untuk menghentikan penjajahan dan kekerasan yang terus terjadi.

Genosida yang menimpa rakyat Gaza tampak tidak hanya bertujuan menghancurkan kehidupan fisik mereka, tetapi juga merusak kondisi kejiwaan dan masa depan generasi penerusnya. Trauma yang menyebabkan sebagian anak kehilangan kemampuan berbicara menjadi salah satu bukti nyata besarnya penderitaan yang mereka alami.
Rasulullah saw. bersabda:

"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh turut merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menggambarkan bahwa penderitaan yang dialami kaum muslim di Palestina semestinya dirasakan pula oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia.

Rasulullah saw. juga bersabda:

"Sesungguhnya imam (pemimpin) itu adalah perisai, yang orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menegaskan pentingnya keberadaan kepemimpinan yang mampu menjaga, melindungi, serta membela umat dari berbagai bentuk ancaman dan kezaliman.

Penderitaan anak-anak Palestina tidak cukup diselesaikan hanya melalui terapi ataupun bantuan kemanusiaan. Sumber utama persoalan berupa penjajahan dan agresi harus dihentikan agar mereka dapat kembali hidup aman, tenteram, dan merdeka di tanah kelahiran mereka.

Allah Swt. berfirman:

"Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka." (TQS. Hud: 113)

Allah Swt. juga berfirman:

"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama itu hanya bagi Allah semata." (TQS. Al-Anfal: 39)

Karena itu, segala bentuk kezaliman dan penjajahan wajib ditolak serta dilawan. Umat Islam dituntut memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kondisi saudara-saudara mereka di Palestina. Persatuan umat serta kesungguhan dalam memperjuangkan kemuliaan Islam menjadi bagian penting dalam upaya membebaskan Palestina dan melindungi kaum muslimin dari berbagai bentuk penindasan.

Dalam pandangan sebagian kaum muslimin, tidak adanya institusi yang mempersatukan umat menyebabkan kaum muslim kehilangan perisai yang dapat menjaga dan melindungi kepentingan mereka secara menyeluruh. Oleh sebab itu, muncul seruan agar umat meningkatkan kesadaran politik Islam, memperkuat ukhuwah, serta berupaya menghadirkan kepemimpinan yang mampu mengurus urusan kaum muslimin dan membebaskan negeri-negeri Islam dari berbagai bentuk penjajahan maupun penindasan.

Semoga Allah Swt. segera menghilangkan penderitaan rakyat Palestina, menjaga anak-anak Gaza, dan memberikan pertolongan kepada kaum muslimin yang tertindas di mana pun mereka berada.

"Dan Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (TQS. Al-Hajj: 40)

Wallāhu a'lam bi ash-shawāb.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us