Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Kasus Day Care Yogyakarta, Alarm Kegagalan Negara Lindungi Anak dan Ibu
OPINI

Kasus Day Care Yogyakarta, Alarm Kegagalan Negara Lindungi Anak dan Ibu

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ratna Kurniawati, SAB
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

TanahRibathMedia.Com—Media Sosial ramai dibanjiri tentang berita dugaan penganiayaan anak di Day Care Litte Aresha di Yogyakarta dan Day Care di Banda Aceh. Dugaan terjadinya kekerasan tersebut terungkap ketika ada mantan karyawan yayasan tersebut ke Polresta Yogyakarta karena merasa tindakan pengasuhan terhadap anak-anak sudah diluar batas dan tidak manusiawi. 

Setelah mendapatkan laporan tersebut kemudian pihak kepolisian melakukan tindak lanjut penggrebekan lokasi day care di Umbulharjo pada hari Jumat 24 April 2026 dan mendapatkan bukti antara lain anak-anak dalam kondisi kaki dan tangan terikat dengan tidak memakai baju, hanya memakai popok serta beberapa anak mengalami luka-luka (Bbc.com, 27-4-2026).

Fenomena kekerasan pada anak di day care seolah merupakan gunung es yang tidak kunjung usai dan selalu terjadi berulang. Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 tersangka pada kasus Little Aresha dan dijerat pasal berlapis.  Banyak orang tua yang sudah lama menitipkan anaknya ke day care tersebut merasa terpukul dan tidak percaya dengan dugaan penganiayaan karena selama ini sikap ketua yayasan sangat lembut dan komunikatif. 

Banyak netizen yang menghujat para ibu bekerja dan selalu membandingkan dengan ibu rumah tangga ketika kasus penganiayaan anak di day care mencuat dan viral di media sosial. Seolah ibu bekerja tega menitipkan anaknya yang masih kecil untuk diasuh di day care. Padahal tentu dilema bagi ibu bekerja ketika menitipkan anaknya di day care dengan setiap tangisan pagi seorang anak kesayangan yang terpaksa di titipkan day care demi membantu perekonomian suami. Hati kecil seorang ibu pasti berat ketika berpisah sementara dengan anaknya namun kondisi ekonomi yang sulit mengakibatkan dia harusnya di rumah menjadi keluar rumah demi dapur tetap ngebul.

Day care hadir menjadi solusi tempat penitipan sementara ketika seorang ibu bekerja. Meskipun dengan biaya mahal tetap di bayar demi anaknya dalam kondisi aman. Namun, pada sistem kapitalisme semua orientasinya adalah materi sehingga banyak beban kerja lebih untuk pengasuh dengan anak asuh tidak imbang berimbas pada tingkat stres tinggi dan berujung pada penganiayaan. Demi mendapatkan laba sebesar-besarnya dengan tetap menerima anak asuh tanpa melihat beban kerja yang berat. 

Sistem kapitalisme sekulerisme yang diemban negara ini seoalah memaksa perempuan untuk keluar rumah demi tercukupinya kebutuhan rumah tangga. Perempuan yang seharusnya di rumah menjadi madrasah pertama pendidik generasi harus berjibaku keluar rumah mencari tambahan penghasilan di tengah himpitan ekonomi. Harga kebutuhan yang terus melambung tinggi membuat perempuan harus berputar otaknya agar tetap dapat menyambung hidup keluarga. 

Seandainya negara bisa hadir dan dapat menjamin kebutuhan rakyat tentu perempuan tidak harus terpaksa keluar rumah bersaing dengan para laki-laki untuk mendapatkan pekerjaan. Negara seharusnya dapat menjamin tersedianya lapangan pekerjaan bagi rakyat sehingga perempuan dapat fokus untuk mendidik anaknya di rumah. Apabila perempuan dibutuhkan pada ranah publik misalnya pada dunia kesehatan, pendidikan maka negara seharusnya dapat menyediakan day care yang aman dan mendapatkan pola pengasuhan yang bagus sehingga tidak akan ada rasa was-was dari orang tua. 

Ironinya dalam sistem kapitalis sekuler hari ini kenyataan tersebut seolah hanyalah mimpi karena negara abai terhadap keselamatan rakyatnya. Negara yang seharusnya memberikan fasilitas terhadap seluruh rakyat namun hanya dapat dinikmati segelintir orang tertentu. Dalam sistem kapitalis sekuleris jurang pemisah antara si kaya dan si miskin sangatlah lebar. Yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin dan harus tetap berjuang agar bisa hidup. 

Negara muslim terbesar di dunia dengan kekayaan alam yang melimpah malah rakyatnya hidup terlunta-lunta karena kekayaan alam dikelola oleh asing. Rakyat hanya mendapatkan sisa-sisa saja. Para pejabat yang korup membuat rakyat semakin menderita. Hal ini tentu berbeda dengan sistem Islam negara wajib menjamin keselamatan, pendidikan, tersedianya lapangan pekerjaaan bagi rakyat, keamanan. Hanya sistem Islam yang mampu mewujudkannya karena hanya sistem Islam yang berasal dari Allah Swt bukan sistem kufur buatan manusia. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw, “Imam (kepala negara) adalah pengurus rakyat dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang ia urus.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam sistem Islam negara wajib menjamin tersedianya lapangan pekerjaan sehingga perempuan tidak perlu keluar rumah fokus pada mendidik anak. Oleh karena itu, peran laki-laki dan perempuan akan berjalan secara maksimal sebagaimana mestinya dalam kehidupan rumah tangga. 
Dengan tersedianya lapangan pekerjaan oleh negara maka perempuan tidak khawatir suami di PHK sehingga bisa maksimal dalam menjalankan peran sebagai pencetak dan pendidik generasi sehingga lahirlah generasi Islami yang cemerlang. 

Kekerasan dalam kasus day care di Yogyakarta seharusnya dapat menjadikan muhasabah kita semua bahwa hanya sistem Islam satu-satunya yang dapat memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh umat bukan sistem kapitalis saat ini. Sudah saatnya kita bersama-sama berjuang untuk mewujudkan tegaknya Islam dalam naungan daulah Khilafah Islamiyah.
Wallahualam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us