Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Rakyat Hidup Makmur dengan Islam
OPINI

Rakyat Hidup Makmur dengan Islam

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Nani
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Defisit pemerintah Kabupaten Bandung melakukan langkah efisiensi besar-besaran menyusul merosotnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 sebesar Rp.1,1 triliun. Bupati Bandung Dadang Supriatna telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melaksanakan memangkas program non-prioritas dan memfokuskan pada anggaran dan pemenuhan janji politik serta pembangunan infrastruktur yang mendesak. Penurunan postur anggaran secara drastis ini, merupakan dampak langsung dari berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang mencapai hampir Rp 1 triliun. Kondisi ini telah memaksa APBD Kabupaten Bandung yang semula diproyeksikan untuk menyentuh angka Rp 7,3 triliun, kini terkoreksi menjadi Rp 6,2 triliun.

Pemkab Bandung juga mengejar target secara efisiensi untuk penyerapan anggaran pada awal tahun. Bupati Bandung, telah mematok target serapan sebesar Rp 500 miliar pada Triwulan I (TW 1) tahun 2026. Program Percepatan ini dinilai krusial agar sirkulasi ekonomi di masyarakat segera bergerak melalui realisasi program daerah tersebut (Kompas.com, 30-1-2026).

Defisit yang terjadi dalam neraca keuangan negara kita terjadi berulang kali dan terus menerus dari tahun ke tahun. Pola ini menandakan akar masalah defisit berasal dari kesalahan negara dalam pengelolaan keuangan di mana proporsi pendapatan APBN lebih banyak bergantung pada pendapatan pajak semata, sedangkan pemasukan negara dari hasil pengelolaan SDA hanya sedikit.

Kekurangan anggaran diminimalisir dengan pinjaman atau utang yang mesti dikembalikan. Inilah yang membuat pola defisit akan terus berulang seperti ini. Pendapatan SDA yang tidak berimbang dengan pendapatan pajak diakibatkan oleh sistem kapitalisme yang diadopsi saat ini, di mana aset-aset kepemilikan umum yang mestinya dikelola oleh negara untuk rakyat dibebaskan dimiliki individu ataupun kelompok yang memiliki modal kuat. Inilah kebobrokan sistem kapitalisme yang hanya memikirkan keuntungan bagi para pemilik modal. Maka sudah saatnya umat beralih pada sistem Islam yang jelas akan mampu memberikan solusi yang hakiki.

Dengan melakukan efisiensi anggaran dan penyerapan dari pajak dan pinjaman atau investasi tak akan cukup menahan laju defisit di tengah kondisi ekonomi yang terus memburuk. Perlu solusi sistemis yang bisa menyelamatkan APBN dan ekonomi secara komprehensif. Sistem ekonomi Islam berprinsip pada kesejahteraan dan pemenuhan kebutuhan rakyat, sehingga pengelolaan pendapatan negara pun akan berkonsentrasi pada pengelolaan SDA yang ada untuk kemakmuran rakyat. Karena dalam sistem Islam tidak ada pajak atau pungutan terhadap rakyat kecuali dalam kondisi tertentu yang dibenarkan oleh syari'at Islam. Swasta atau individu maupun kelompok diharamkan menguasai kepemilikan umum yang menguasai hajat hidup orang banyak. 

Solusi yang komprehensif ini hanya akan bisa diwujudkan ketika sistem Islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan, dan diterapkan dalam tatanan individu, masyarakat dan negara secara terstruktur dalam bentuk sistem pemerintahan Islam. Karena dalam Sistem Islam akan mengelola SDA dengan baik dan benar sehingga rakyat akan mudah mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan.

Wallahu'allam bish-shawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025
Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Desember 20, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025
Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Desember 20, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us