Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda opini Darurat Banjir dan Longsor Berlanjut, Islam sebagai Solusi
opini

Darurat Banjir dan Longsor Berlanjut, Islam sebagai Solusi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
16 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ummu Saibah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Sepanjang 1–26 Januari 2026, bencana hidrometeorologi masih mendominasi lanskap kebencanaan nasional. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 127 kejadian banjir dan 15 kejadian tanah longsor terjadi di berbagai wilayah Indonesia (data.goodstat.id, 26-1-2026). Sementara longsor yang terjadi di Cisarua pada Sabtu 24 Januari 2026 menelan 94 korban meninggal (tempo.com, 6-2-2026).

Duka menyelimuti ibu Pertiwi pada akhir tahun 2025 sampai awal tahun 2026, akibat banyaknya bencana alam yang terjadi. Banjir bandang, angin puting beliung dan longsor terjadi silih berganti seharusnya menyadarkan kita bahwa sejatinya kerusakan yang terjadi di muka bumi ini adalah karena ulah tangan manusia. Lalu apa sajakah kesalahan yang telah kita lakukan hingga menyebabkan bencana tersebut terjadi?

Paradigma Kapitalis Membawa Bencana

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di ratusan daerah pada awal tahun ini, seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah untuk selanjutnya menelaah kembali penyebab terjadinya bencana dan melakukan perbaikan sebagai bagian dari mitigasi. Seperti halnya banjir bandang dan longsor di Pulau Sumatra yang disebabkan oleh alih fungsi hutan (UGM.ac.id, 5-12-2025). Banjir dan longsor yang terjadi di Cisarua juga terjadi akibat kerusakan alam yang mengacu pada curah hujan dan alih fungsi lahan (studi kasus longsor Cisarua 2026, ahlilingkungan.com). 

Alih fungsi hutan sebagai lahan pertanian, perkebunan, pertambangan maupun pemukiman tentu saja terkait dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kemudahan perijinan untuk membuka lahan ataupun mendirikan bangunan pada tempat-tempat yang berfungsi sebagai resapan air hujan sangat bergantung pada regulasi pemerintah.

Sayangnya paradigma kapitalisme mendasari setiap kebijakan, interupsi para kapital, asas manfaat dan keuntungan menjadi penjegal kebijakan yang pro lingkungan. Ini menyebabkan banyak terjadi kerusakan lingkungan seperti penggundulan hutan, pencemaran udara, tanah dan air sebagai akibat proses alih fungsi hutan sebagai lahan pertanian, pertambangan maupun pemukiman. Kebijakan korup yang menimbulkan kerusakan alam inilah yang akhirnya membawa bencana alam. Allah Swt. berfirman:

"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (TQS. Ar-Rum: 41)

Allah Swt. juga berfirman:

"Dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas, yaitu mereka yang berbuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." (TQS. As-Syuara: 151-152)

Keempat ayat di atas membuka kesadaran kita bahwa bencana tidak hanya terjadi karena faktor alam saja, melainkan bisa terjadi karena ulah manusia. Keserakahan manusia semakin menjadi karena kehidupan mereka dipisahkan dari agama, apapun yang mereka lakukan hanya berorientasi pada dunia, keuntungan, dan harta. Inilah kerugian terbesar bila menjadikan kapitalisme sebagai pandangan hidup. Manusia hanya mengejar dunia dan melalaikan akhirat, harta hanya berputar dikalangan Kapitalis saja sementara rakyat menderita dengan kemiskinan dan terkena dampak langsung bencana alam. Oleh karena itu mempertahankan kapitalisme sebagai pandangan hidup adalah pilihan yang salah.

Islam Membawa Keselamatan

Hakikatnya, sungai, bukit, lembah, hutan, tambang, dan seluruh sumber daya alam diciptakan Allah Swt. untuk kemanfaatan hidup, bukan mendatangkan kerusakan dan bencana. Allah Swt. berfirman:

"Dia-lah Allah yang menciptakan untuk kamu sekalian apa yang ada di bumi." (TQS. Al-Baqarah: 29).

Jelas sekali bahwa Allah Swt. menciptakan bumi dan semua sumber daya yang terkandung di dalamnya untuk kesejahteraan manusia. Oleh karena itu, di dalam paradigma Islam, sumber daya alam baik itu berupa hutan, sumber air, barang tambang, merupakan milik umum dan tidak boleh dimiliki oleh individu. Terkait pengelolaannya, maka Islam membebankan kepada negara untuk mengelola harta milik umum dan mengembalikan hasil keuntungan kepada rakyat baik berupa subsidi langsung maupun pembangunan infrastruktur.

Pengelolaan SDA yang dilakukan oleh negara pun harus berdasarkan syariat Islam, sehingga terhindar dari Interupsi para kapitalis dan kebijakan yang abai terhadap lingkungan. Islam mengajarkan manusia untuk memiliki akhlak mulia, yang menghargai dan memelihara apa yang telah Allah Swt amanahkan pada mereka sebagai Khalifah fil ardh. Telah terbukti bahwa paradigma Islam akan membawa kesejahteraan dan meminimalisir bencana alam akibat ulah manusia. Islam tidak hanya mengatur bagaimana individu berakhlak dan bertingkah laku, namun Islam juga mengatur bagaimana negara melayani rakyatnya. Oleh karena itu, kebijakan pengelolaan alam dan ruang hidup yang bersandar pada paradigma kapitalisme sekuler harus diubah dengan paradigma syariat Islam, sehingga rakyat hidup sejahtera, aman, dan sentosa. 

Wallahu a'lam bishawab.
Via opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025
Kupas Tuntas Akar Maraknya Penculikan Anak di Indonesia

Kupas Tuntas Akar Maraknya Penculikan Anak di Indonesia

Desember 05, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025
Kupas Tuntas Akar Maraknya Penculikan Anak di Indonesia

Kupas Tuntas Akar Maraknya Penculikan Anak di Indonesia

Desember 05, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us