Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Dana Darurat untuk Antisipasi Bencana
SP

Dana Darurat untuk Antisipasi Bencana

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 50 miliar untuk tahun anggaran 2026. Upaya ini sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana, terkhusus bencana alam hidrometeorologi yang intensitasnya tinggi di Kabupaten Bandung. Fokus utama diarahkan pada mitigasi struktural di titik rawan banjir dan longsor guna meminimalkan dampak kerusakan bagi pelayanan publik (Kompas.com, 27 Januari 2026). 

Bandung dikategorikan sebagai wilayah yang rawan bencana, dari mulai banjir hingga longsor. Sebagai bentuk kesiapsiagaan, pemerintah daerah pun menerbitkan surat edaran resmi nomor 300.2.3/155/083/PK/BD terkait Peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan. Isinya, sebagai berikut:

1. Peran aktif aparatur kewilayahan hingga tingkat desa dan kelurahan wajib menyusun kajian risiko mandiri dan memantau perkembangan cuaca secara real time. 

2. Program edukasi publik terutama masyarakat yang tinggal di kawasan rawan, seperti di kaki gunung, lereng perbukitan, hingga bantaran sungai, diminta untuk lebih waspada. 

3. Penyediaan "Tas Siaga Bencana" di setiap rumah tangga. 

Di Kabupaten Bandung, bencana banjir dan longsor seakan telah menjadi persoalan yang terus berulang tanpa ada solusi yang tuntas. Meskipun bencana terjadi berulang kali, akan tetapi penanggulangannya tidak pernah optimal dan hanya bersifat reaktif di kala itu terjadi. Di saat adanya upaya mitigasi dan antisipasi bencana, biasanya cenderung berganti topik ke persoalan daerah lain. Di samping itu, kebijakan seperti kegiatan ekonomi dan pembangunan wilayah menjadi kontra produktif. 

Dalam paradigma kapitalis sekuler, hal ini pasti tidak akan ada penyelesaiannya. Seharusnya alam dilestarikan demi dimanfaatkan oleh seluruh manusia. Tetapi justru banyak lahan yang dialihfungsikan sebagai pembangunan perumahan dan sebagai lokasi bisnis yang dapat menguntungkan sebagian orang. Tapi sebenarnya lahan tersebut seharusnya dijadikan lahan konservasi untuk meminimalisir bencana. 

Dalam hal ini, yang dibutuhkan tiada lain yaitu dengan paradigma Islam karena bisa memberikan solusi yang integral dan menyeluruh. Di mana negara hadir sebagai raa'in dan junnah, maka alam pun akan dikelola sesuai dengan syari'ah. Alam akan dimanfaatkan demi untuk kepentingan umat dan kelestariannya akan diperhatikan. 

Masyarakat diberikan edukasi tentang pentingnya mitigasi bencana. Perumahan diatur tentang standar keamanan dan kenyamanannya. Negara akan senantiasa hadir untuk mengatasi bencana dari mulai terjadi hingga kondisi menjadi pulih kembali seperti semula. Allah Swt. berfirman:

"Telah terjadi kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Jadi, tidak ada sistem yang sempurna selain sistem Islam dan tidak ada aturan yang sempurna selain aturan Allah Swt. 

Wallahu'alam bissawab.


Lina
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Jalan Rusak Renggut Nyawa, Tanggung Jawab Siapa?

Jalan Rusak Renggut Nyawa, Tanggung Jawab Siapa?

Maret 11, 2026
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Jalan Rusak Renggut Nyawa, Tanggung Jawab Siapa?

Jalan Rusak Renggut Nyawa, Tanggung Jawab Siapa?

Maret 11, 2026
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us