Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Kekerasan dan Pembunuhan Merajalela, Butuh Solusi Sempurna dan Menyeluruh
OPINI

Kekerasan dan Pembunuhan Merajalela, Butuh Solusi Sempurna dan Menyeluruh

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
09 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Dewi Puspita Sari
(Aktivis Muslimah)

TanahRibathMedia.Com—Indonesia tidak baik- baik saja. Banyak masalah demi masalah yang datang, terutama kasus kekerasan dan pembunuhan yang banyak terjadi. Menurut data Simfoni Kementerian PPA tahun 2025 ada 1.254 kasus kekerasan pada anak dan perempuan di Provinsi Banten (data sampai dengan 15 Desember 2025). Dengan jumlah kasus tersebut, Banten di urutan 8 tertinggi nasional dari 38 provinsi di Indonesia (bukabanten.co.id, 16-12-2025).

Perempuan dan anak-anak kerap menjadi sasaran karena dianggap pihak lemah yang tak berdaya. Fenomena pembunuhan ekstrim yang terjadi di masyarakat mengindikasikan lemah mental yang semakin akut.

Tatanan Kehidupan Liberal dan Sekuler

Paradigma negara yang dibangun berbasis demokrasi, kapitalisme, liberal, sekuler menghasilkan tatanan sosial yang bebas dan menjauhkan aturan agama dari kehidupan. Jadilah negara kehilangan fungsinya sebagai perisai yang melindungi rakyatnya dari ancaman. Negara gagal menjamin keamanan jiwa rakyat. Terbukti maraknya kekerasan hingga pembunuhan yang merata terjadi di setiap wilayah menjadi bukti ketiadaan pelindung. 

Meski telah dibentuk berbagai lembaga seperti Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) di sekolah, peraturan, undang-undang dan sanksi kekerasan dan penghilangan nyawa. Aparat penegak hukum juga sering terlibat dalam kasus-kasus kekerasan bahkan pembunuhan, membuat Instansi yang sakral melindungi jiwa menjadi tempat berbahaya. Kekerasan dan pembunuhan yang terjadi sering dipicu faktor ekonomi, emosi, dendam, dan peran media digital. 

Ini menjadi bukti bahwa faktor penyebab kekerasan dan pembunuhan didukung oleh banyak hal. Yakni penerapan sistem sekuler kapitalisme sebagai akar masalah karena kapitalisme membuat pola pikir yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh segala sesuatu, gaya hidup hedonistik yang mendorong budaya konsumtif. 

Media digital dalam kapitalisme tidak mampu membendung konten-konten merusak sehingga memicu terjadinya kekerasan bahkan mencontohkan pembunuhan. Kebebasan ini akhirnya melahirkan masalah mental yang berujung pada kerusakan. Sistem sanksi yang tidak tegas sehingga tidak membuat efek jera sehingga rendahnya pengendalian individu, masyarakat dan negara.

Mengembalikan Tatanan Kehidupan sesuai Fitrah

Islam adalah agama sekaligus ideologi yang sesuai fitrah, memuaskan akal dan menentramkan hati. Karena itu Islam adalah konsep kehidupan yang pernah berjaya selama berabad-abad berhasil menjaga kehidupan manusia. Keamanan dalam Islam merupakan kebutuhan dasar rakyat, selain pendidikan dan kesehatan. Hal Ini wajib dipenuhi negara. 

Penjagaan jiwa merupakan salah satu maqashidu syariah (tujuan penerapan aturan Islam). Islam sangat tegas dalam melindungi nyawa manusia dari kekerasan dan penghilangan nyawa. Allah Subhana Wata'ala berfirman: 

“Dan Kami telah tetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisasnya. Barangsiapa yang melepaskan (hak qisas)nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Dan barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim". (TQS. Al-Maidah: 45)

Dalam hadis Rasulullah saw. bersabda: "Perkara pertama yang akan diadili di antara manusia pada Hari Kiamat kelak adalah masalah darah (pembunuhan)." HR. Bukhari

Karena hanya dengan penerapan hukum-hukum Al-Qur'an, melalui khilafah Islamiyah (sistem pemerintahan Islam) akan melahirkan ketentraman, keamanan, keadilan dan khilafah satu-satunya alat pemersatu umat. Karena bebas unsur kepentingan manusia. 

Masyarakat akan terjaga hak- haknya dan dapat melaksanakan kewajibannya dengan sempurna. Pertentangan di tengah masyarakat selalu dikembalikan kepada aturan yang benar. Tidak ada hukum tebang pilih, kejahatan bisa dicegah dan diselesaikan dengan cara yang Allah ridai.

Negara Islam (khilafah Islamiyah ) akan mengatur ruang digital sesuai syariat sehingga aman bagi generasi. Negara menerapkan sanksi yang jelas, tegas, mengikat sehingga bersifat preventif/pencegah/zawajir dan kuratif/solutif/jawabir. Ini sudah terbukti berabad-abad lalu ketika Islam tegak tingkat kriminal dalam kurun bertahun-tahun hanya terhitung jari dan mampu segera diatasi. Pertanyaannya, tak inginkah kita diatur oleh aturan dari yang Maha Sempurna Allah Subhana Wata'ala?

Wallahu a'lam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Desember 20, 2025
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Desember 20, 2025
Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Sumatera Menangis, Akibat Ulah Para Kapitalis?

Desember 08, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us