Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP ‘Game Online’ Bukan Hiburan, Tapi Ancaman
SP

‘Game Online’ Bukan Hiburan, Tapi Ancaman

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Siapa yang menyangka, seorang anak berumur 12 tahun, berani dan tega membunuh ibu yang melahirkannya. Itulah fakta yang terjadi di Medan Sumatera Utara.  Penyidikan yang agak lama, karena sebagian pihak menduga pelaku adalah suaminya. Setalah penyidikan dilakukan dengan bukti-bukti yang kuat. ternyata memang benar anak perempuan yang duduk di bangku kelas 6 SD tega melakukan itu. 

Kasus pembunuhan yang terjadi di Medan Sumatra Utara terinspirasi dari game online (kompas.com, 29-12-2025). Begitu juga kasus teror bom sekolah di Depok juga terinspirasi dari game online (cnnindonesia.com, 26-12-2025).

Berbagai kasus kekerasan akibat terinspirasi game online banyak terjadi seperti: bullying, bundir, teror bom di sekolah, dan pembunuhan. Kebanyakan game online mengandung kekerasan, bebas dan mudah diakses anak-anak sehingga berpengaruh pada emosi dan kesehatan mental mereka. Media digital tidaklah netral karena keberadaannya diciptakan dengan maksud dari kreatornya. Konten-konten merusak dan membahayakan anak dikemas sedemikian rupa agar game terlihat menarik. Sehingga orang tua pun tidak menyangka game tersebut bisa merusak mental anak mereka karena menganggap itu hanya hiburan semata. 

Ruang digital dimanfaatkan oleh Kapitalisme global untuk meraup keuntungan tanpa memedulikan kerusakan generasi dan kehidupan manusia. Bagi mereka, yang terpenting cuan mengalir ke kantong mereka. Mereka akan melakukan apa saja termasuk merusak generasi. 
Negara tidak mampu dan tidak mau melindung generasi dari bahaya kerusakan akibat game online dengan konten kekerasan karena negara memakai sistem kapitalis sekuler demokrasi, hanyalah sebagai regulator. Negara akan mengatur sedemikian rupa, bagaimana aturan yang mereka buat tidak merugikan mereka. 

Islam sebagai sistem yang sempurna mempunyai aturan terkait hal ini. Islam mewajibkan negara sebagai penanggung jawab atas rakyatnya untuk menjaga dan melindungi generasi dari segala bentuk kerusakan. Negara dalam Islam diwajibkan menjadi rain, pelindung umat dan rakyatnya. Ditegaskan Rasulullah ﷺ melalui lisannnya yang mulia,dalam sebuah hadits yang artinya, 

“Seorang imam (pemimpin) adalah bagaikan pengembala, dan dia bertanggungjawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari). 

Maka sesuatu yang memberikan kemudharatan akan ditutup aksesnya oleh negara Islam. Penguasaan ruang digital oleh para elit global Kapitalisme harus dilawan dengan kekuatan kedaulatan digital yang dimiliki sistem Islam. Maka kedaulatan digital negara islam sangat dibutuhkan kehadirannya karena menjaga generasi adalah hal utama demi keberlangsungan manusia ke depannya.

Kerusakan generasi bisa ditangkal dengan 3 pilar (ketakwaan individu, kontrol masyarakat dan perlindungan negara) jika diterapkan sistem politik, ekonomi, pendidikan, pergaulan sosial dan budaya Islam. Maka kita harus menyuarakan penerapan sistem Islam.  Untuk menyelamatkan generasi masa depan.

Vonny Khasibah Nujud S.E 
(Aktivis Dakwah dan Pemerhati Ibu Generasi)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Mei 20, 2026
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Mei 20, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Mei 20, 2026
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Mei 20, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us