Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Akar Masalah Ekonomi Generasi Muda Takut Menikah
SP

Akar Masalah Ekonomi Generasi Muda Takut Menikah

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
15 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Maraknya fenomena anak muda yang takut menikah karena faktor ekonomi saat ini sedang marak di media sosial. ‘Marriege is scary’ menggejala, menegaskan bahwa generasi muda menempatkan stabilitas finansial sebagai tujuan utama, sehingga keinginan untuk membangun keluarga menjadi prioritas yang jauh lebih rendah. Kondisi ini dapat menunjukkan pergeseran orientasi generasi muda, khususnya Gen Z, tidak lagi menempatkan pernikahan sebagai target penting yang harus dicapai. Tetapi sebagai cerminan dari proses penyesuaian yang lebih dalam melihat realitas sosial dan ekonomi yang semakin sulit (Kompas.com, 27-11-2025).

Dalam pandangan Islam, fenomena ini tidak berdiri sendiri. Ia tumbuh dari struktur sosial dan ekonomi yang dibentuk oleh sistem kapitalisme. Sistem ini yang membuat biaya hidup tinggi dan lapangan pekerjaan semakin sempit. Akibatnya, generasi muda merasa berat karena harus memikul seluruh beban hidup seorang diri, sehingga pernikahan dilihat sebagai risiko tambahan. Keyakinan tersebut melemah ketika sistem hidup justru terus menekan dan menciptakan ketakutan akan himpitan ekonomi.

Di sisi lain, lemahnya peran negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat memperparah keadaan, karena sistem kapitalisme, negara lebih berfungsi sebagai regulator pasar dari pada penanggung kebutuhan masyarakat. Rakyat akhirnya harus berjuang sendiri untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, dan penghidupan yang layak.

Dalam Islam, negara adalah pihak yang wajib memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Ketika tanggung jawab ini tidak berjalan, maka kekhawatiran terhadap masa depan dan termasuk kekhawatiran untuk menikah semakin besar.

Fenomena ini juga diperkuat oleh gaya hidup materialis dan hedon yang tumbuh dari pendidikan sekuler serta pengaruh media liberal. Generasi muda dibentuk dengan standar hidup yang tinggi, orientasi kesenangan, dan tuntutan pencapaian materi. Dalam cara pandang seperti ini, pernikahan dipersepsikan sebagai beban tambahan yang bisa menghambat kebebasan dan gaya hidup. Cara pandang yang terjebak pada kemewahan dunia membuat banyak anak muda menganggap pernikahan sebagai urusan berat, bukan sebagai ibadah.

Padahal, dalam Islam, pernikahan memiliki kedudukan mulia. Ia adalah jalan menjaga kehormatan, membawa ketenangan, serta upaya menyempurnakan separuh agama. Karena pernikahan diposisikan sebagai ladang pahala, bukan beban finansial.

Jika dilihat secara menyeluruh, fenomena generasi muda yang takut miskin hingga enggan menikah mencerminkan problem sistemik, bukan sekadar persoalan pribadi. Islam menawarkan solusi nyata yaitu, negara wajib menjamin kebutuhan dasar rakyat, mengelola kepemilikan umum agar hasilnya kembali kepada masyarakat, membangun pendidikan berbasis akidah yang membentuk karakter generasi, serta memperkuat institusi keluarga dengan menempatkan pernikahan sebagai ibadah yang dimudahkan.

Dengan penerapan Islam secara keseluruhan, ketakutan terhadap kemiskinan tidak lagi menjadi penghalang terbesar bagi anak muda untuk membangun keluarga. Islam mengembalikan pernikahan sebagai sumber ketenangan, keberkahan, dan kebaikan yang selaras dengan fitrah manusia. Karena itu, umat Muslim harus memahami bahwa solusi nyata bagi fenomena ini adalah kembali kepada Islam dengan menerapkan syariat secara menyeluruh dalam naungan Khilafah.

Wallahu alam bishawab.

Cici Sefti
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us