Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Nafsiah Sesal di Hati, Tanda Allah Jatuh Hati
Nafsiah

Sesal di Hati, Tanda Allah Jatuh Hati

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
06 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Kartika Soetarjo
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Setiap manusia pasti pernah menyesal. Baik itu menyesali sebuah keputusan, sebuah tindakan, ucapan, atau yang lebih berkualitas, yaitu menyesali semua dosa yang telah terlewatkan.

Menyesal adalah merasa sedih atau kecewa dengan ucapan, tindakan, atau keputusan yang terlanjur kita lakukan, tetapi semua itu berakibat memalukan atau merugikan, bahkan menyakitkan bagi kita sendiri dan bagi orang yang kita cintai. Akibatnya kita selalu dihantui rasa bersalah yang tak henti-henti.

Semua itu bersifat manusiawi. Jika hidup kita masih mempunyai rasa menyesal, itu menandakan hati kita masih punya Iman dan ketakutan. Karena, menyesal itu sendiri adalah bentuk dari tobat serta kesadaran spiritual tanda hati masih hidup.

Jadikan Sesal Bernilai Ibadah

Menyesal bisa bernilai ibadah, ketika kita bertobat dan benar-benar tidak mengulangi kembali perbuatan yang merugikan dan menyakitkan itu. Rasulullah saw. bersabda:

"Menyesal adalah tobat." (HR. Ibnu Majjah)

Hadis ini menekankan bahwa penyesalan yang tulus adalah syarat tobat yang sebenarnya.
Jangan putus asa dari rahmat Allah dan jangan terus-menerus terpuruk dalam rasa bersalah. Karena Allah Maha Mengetahui segala apa yang tersirat di dalam hati. Allah pun sangat menyukai orang-orang yang mengakui kesalahan diri, serta benar-benar menyesali dan membenci perbuatan atau ucapan yang tidak baik, serta tidak mengulanginya kembali.

"Maka, barang siapa yang bertobat di antara pencuri-pencuri itu, sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (TQS. Al-Maidah, 39)


Penyesalan yang Sia-Sia

Namun, tidak semua rasa sesal itu disukai oleh Allah Swt. Ada tiga penyesalan manusia yang sudah meninggal yang tidak berguna dan sia- sia, serta penyesalan itu dibenci Allah Taàla.

Pertama, menyesal karena belum puas dengan harta yang dikumpulkan.

Kedua, menyesal karena belum terwujud semua yang dicita-citakan.

Ketiga, menyesal karena merasa belum cukup bekal untuk akhirat
(Ihya Ulumuddin 3/209, Dar Ma'rifah Bairut)

Menyesal karena belum puas dengan harta yang dikumpulkan. Tetapi tetap saja sebanyak apapun harta yang dikumpulkan tidak akan menjadikan mereka merasa puas. Karena tidak ada rasa qanaah dalam hatinya.
Menyesal karena belum terwujud semua yang dicita-citakan. Karena mereka dihinggapi penyakit panjang angan-angan atau tulul amal. Dan tulul amal adalah penyakit yang menjadikan pengidapnya lupa akan kematian.
Menyesal karena belum menyiapkan bekal yang cukup untuk akhirat. Jangankan pelaku maksiat. Orang shaleh pun akan menyesal karena merasa tidak puas, dan masih kurang dengan amalnya untuk bekal menghadap Allah Swt.

Kesimpulan

Menyesal adalah sifat yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang hatinya senantiasa hidup. Karena itu pertanda hati masih dipenuhi oleh keimanan kepada Allah, dan akan timbul kehati-hatian dalam berbicara, menulis, dan bertindak agar tidak terjadi kesalahan dua kali.
Bahkan, Syekh Jalaludin Rumi pun menyulam kata dalam syairnya:

"Perasaan menyesal dan ingin bertobat adalah bukti Allah memperhatikan dan mencintai kita. Karena Dia ingin memberi kesempatan untuk kembali kepada-Nya".

Yakinlah! Jika penyesalan hadir ketika kaki masih bisa melangkah, itu adalah penyasalan yang baik dan penuh ibrah. Jika ada sesal di hati, itu tanda Allah jatuh hati . Namun, penyesalan yang datang ketika raga sudah terkubur tanah, maka itu adalah penyesalan yang sia-sia dan tiada berguna. Sesal setelah mati, itu tanda Allah tak meridai.
Wallahu 'alam bishawwab.
Via Nafsiah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Urbanisasi Pascalebaran: Bukti Ketimpangan Ekonomi Desa dan Kota

Tanah Ribath Media- April 08, 2026 0
Urbanisasi Pascalebaran: Bukti Ketimpangan Ekonomi Desa dan Kota
Oleh: Sarah Fauziah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Setiap tahunnya, momen lebaran identik dengan bertemu serta berkumpul dengan…

Most Popular

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Maret 13, 2026
Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Desember 20, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Menakar Efektivitas Pembatasan Medsos

Desember 27, 2025
Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Kekerasan Remaja Dampak Normalisasi Gaul Bebas

Maret 13, 2026
Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Ancaman Bom dari Game Digital: Ketika Ruang Maya Menggerus Akal dan Iman Generasi

Desember 20, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us