Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda OPINI Program MBG Berhasil Tekan Angka Pengangguran
OPINI

Program MBG Berhasil Tekan Angka Pengangguran

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Nov, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Elsa Agustin
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah mampu memberikan dampak penting terhadap perekonomian masyarakat Kabupaten Bandung. Bupati Bandung, Dadang Supriatna menyebut program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi warga, tetapi juga bisa menekan angka pengangguran. Menurutnya, angka pengangguran di Kabupaten Bandung terus mengalami penurunan sejak 2021.

Melalui program MBG yang tergabung dengan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ribuan tenaga kerja baru akan terserap. Saat ini, Pemkab Bandung masih membutuhkan 361 titik SPPG. Dari jumlah tersebut, 147 titik sudah beroperasi, sementara sekitar 200 titik lainnya masih dalam tahap persiapan. Jika seluruh dapur SPPG berfungsi penuh, program ini akan melayani 1,263 juta jiwa dari total 3,8 juta penduduk Kabupaten Bandung.

Keberadaan MBG tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga memberikan efek luas pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di tingkat lokal. Dengan keberpihakan pada program pro-rakyat seperti MBG, Bupati Bandung optimis target penyerapan tenaga kerja bisa tercapai (Koran Gala, 1-10-2025).
Pada sistem kapitalisme, program makan gizi gratis dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran. 

Namun, program makan gizi gratis juga memiliki keterbatasan dan tantangan, seperti:
1. Biaya: Program makan gizi gratis memerlukan biaya yang besar, sehingga dapat menjadi beban bagi pemerintah dan masyarakat.

2. Efisiensi: Program makan gizi gratis dapat memiliki efisiensi yang rendah, karena tidak semua masyarakat yang membutuhkan dapat menerima manfaatnya.

3. Ketergantungan: Program makan gizi gratis dapat membuat masyarakat menjadi tergantung pada bantuan pemerintah, sehingga dapat mengurangi motivasi untuk bekerja dan meningkatkan pengangguran.

Dalam Islam, negara wajib menjamin pemenuhan gizi dan pangan rakyat bukan karena tekanan politik atau ekonomi, tetapi sebagai kewajiban.Oleh karena itu, pemberian makanan tidak bersifat proyek bantuan, melainkan bagian dari peran negara yang mengurusi urusan umat. 

Pendanaan berasal dari Baitul Mal yang diisi dari keuntungan pengelolaan negara.Negara mengatur distribusi kekayaan merata, tidak hanya berputar di segelintir orang, dengan pengelolaan sumberdaya alam dan sektor strategis lainnya oleh negara bukan individu. Hasil keuntungan dari pengelolaan tersebut dapat disalurkan untuk kebutuhan umat.
Dengan demikian,tidak hanya anak sekolah tetapi juga ibu hamil, lansia, fakir miskin, dan pekerja berpenghasilan rendah akan dijamin pemenuhan gizi dan kebutuhannya. Saatnya Umat islam menyadari bahwa metode terbaik ini hanya bisa dijalankan dalam naungan negara Islam, Khilafah.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us