Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Demam Bon Appetit Your Majesty dan Khilafah
SP

Demam Bon Appetit Your Majesty dan Khilafah

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Okt, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Ada drama Korea viral yang berjudul Bon Appetit, Your Majesty. Drama ini menceritakan kisah seorang Chef yang hidup di tahun 2025, terlempar ke masa Dinasti Joseon di tahun 1500-an. Dalam sejarah, masa ini dipimpin oleh Yeonsan-Gun atau Yi Yung, namun dalam drama disebut Yi Heon atau Yeonhuigun.

Netizen terlihat antusias dengan drama ini. Mulai dari banyaknya vlog ibu-ibu, yang menceritakan biasanya memasak dadar telur ala Indonesia, setelah melihat drama itu akhirnya berganti membuat Dongnae-Pajeon ala Korea. Masakan-masakan yang ditayangkan dalam drama itupun dimasak ulang oleh ibu-ibu. Biasanya setelah memasak langsung dipindahkan ke piring, sekarang masakan ditata cantik dalam piring, lengkap dengan hiasannya (garnish). Sampai ada yang membuat bagan urutan raja Dinasti Joseon. Bahkan ada yang berkomentar, sepertinya kalau ada ujian sejarah Korea, kita dapat nilai 100.

Drama ini menjadi menarik karena memasukkan karakter Chef Yeon Ji-Young yang mampu meredam sisi negatif dari Raja Joseon, dilengkapi dengan bumbu-bumbu kisah cinta Raja Joseon dengan Chef Yeon Ji Young. Tentu saja, ini hanya fiksi. Padahal secara faktanya, Yeonsan-gun adalah diktaktor paling buruk di masa dinasti Joseon. Dia mengumpulkan para wanita untuk menjadi penghibur, rumah rakyat dihancurkan untuk menjadi tempat berburu, bahkan menjadikan institusi pendidikan sebagai tempat hiburan. Namun sepertinya, drama ini cukup mampu membersihkan tangan Yeonsan-Gun yang penuh darah.

Melihat fenomena ini, saya jadi berpikir, kita, kaum muslimin jika memiliki tontonan yang menggambarkan sejarah kaum muslimin secara jujur dan apik, tentu akan banyak kaum muslimin yang paham bahwa dulu kita pernah berjaya, pernah menjadi negara adidaya dalam naungan Khilafah Islamiyah. Pengetahuan ini tentu akan memunculkan kebanggaan sebagai seorang muslim. Sejarah akan mudah dipelajari. Tidak mudah termakan narasi buruk tentang Islam. Tontonan yang menggambarkan sejarah kaum muslimin memang ada, seperti dalam film The Message, Omar, Fetih 1453 dan lain-lain, namun belum mampu menarik minat kaum muslimin. Meski belum mampu, kita tak perlu bersedih hati. Ini menjadi peluang kita meraih pahala dengan mencari cara-cara menarik dalam menyampaikan sejarah Islam. Dengan belajar dari sumber yang jujur, kita akan tahu bahwa Khilafah adalah model terbaik dalam sistem Pemerintahan.

Masyarakat pun jangan menolak dulu ketika ada yang membahas tentang Khilafah, coba dengarkan. Jika masih tak percaya, coba cek pada kitab-kitab warisan para ulama. Tidak ada yang akan menyangkal jika Khilafah adalah bagian dari ajaran Islam. Mengkriminalkannya hanya menjadi tambahan dosa bagi kita. Dari sejarah, kita juga akan tahu, memang ada kesalahan penerapan yang mengakibatkan adanya kezaliman. Namun hal itu bukan karena ajaran Islamnya yang salah. Kesalahan itu muncul karena tidak digunakannya aturan Islam secara kaffah. Semakin kuat kita memegang aturan Islam, maka keadilan akan terasa. Semakin jauh kita dari aturan Islam, kezaliman ada di mana-mana. Tidakkah kita ingin hidup dalam keadilan yang hakiki? Yuk, semangat mempelajari Islam dan amalkan dalam semua aspek kehidupan.

Retno Puspitasari
(Pengasuh Komunitas Muslimah Batam)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us