Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Stok Beras Melimpah, Harga Tetap Melambung; Ada Apa dengan Tata Kelola Pangan Kita?
SP

Stok Beras Melimpah, Harga Tetap Melambung; Ada Apa dengan Tata Kelola Pangan Kita?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
23 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Pemerintah berulang kali optimistis bisa mencapai swasembada beras. Mereka mengklaim stok beras melimpah. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya. Seperti yang dilaporkan Detikcom pada 18 September 2025, harga beras masih tinggi di 214 daerah. Ironisnya, di saat harga melambung, Bulog justru mengalami "obesitas" karena tumpukan beras yang tidak tersalurkan. Situasi ini membuat beras Bulog rawan mengalami penurunan kualitas.

Langkah pemerintah untuk menstabilkan harga melalui beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) pun tidak efektif. Penyaluran beras SPHP tidak optimal, sementara di sisi lain, program bantuan pangan beras untuk rakyat miskin terancam dihapus. Anggarannya dialihkan ke beras SPHP, memaksa masyarakat miskin untuk membeli beras yang seharusnya bisa mereka dapatkan secara gratis.

Problem Harga Beras yang Bersifat Sistemis

Masalah harga beras yang terus tinggi bukanlah hal sederhana. Ini adalah masalah sistemis yang berhubungan dengan tata kelola perberasan nasional dari hulu hingga hilir. Praktik oligopoli dalam tata niaga beras berperan besar dalam menaikkan harga. Selama masalah ini tidak diselesaikan, harga beras akan tetap tinggi. Dalam sistem kapitalisme, negara hanya berfungsi sebagai regulator, bukan penjamin ketersediaan pangan rakyat. Negara hanya memastikan stok aman di gudang, padahal masalah utamanya ada pada distribusi yang buruk.

Dalam sistem ini, rakyat miskin menjadi korban. Mereka yang seharusnya dilindungi dengan bantuan pangan, justru diarahkan untuk membeli beras dengan kualitas yang juga banyak dikeluhkan.

Islam Memberikan Solusi Paripurna

Islam memandang pemimpin (al-imam) sebagai raa'in atau pengurus rakyat yang wajib memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat dengan harga terjangkau. Tidak hanya memastikan stok aman di gudang, tetapi juga menjamin beras sampai ke tangan konsumen dengan harga yang terjangkau.

Dalam Khilafah, jalur distribusi beras akan dibenahi secara total dari hulu hingga hilir, memastikan tidak ada praktik haram dan merusak, seperti oligopoli. Khilafah tidak hanya berfokus pada menjual beras, tetapi menjalankan solusi sistemis mulai dari produksi, penggilingan, hingga distribusi ke konsumen. Bagi masyarakat miskin, negara akan memberikan bantuan beras gratis. Anggaran untuk itu akan selalu tersedia dari baitulmal (kas negara).

Mengutip hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Al-Hakim:

"Pemerintah adalah perisai. Dengannya orang akan berperang dan dilindungi."

Hadis ini menegaskan bahwa tugas negara adalah melindungi rakyatnya, termasuk dari ancaman kelaparan dan mahalnya harga pangan. Dalam Khilafah, swasembada beras dengan harga terjangkau akan terwujud, bukan cuma janji yang tidak kunjung terealisasi. 

Wallahu A'lam Bishawab

Neno Salsabillah
(Pemerhati Kebijakan & Muslimpreneur)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat

Tanah Ribath Media- April 08, 2026 0
Takbir di Tengah Reruntuhan: Alarm bagi Persatuan Umat
Oleh: Salma Rafida (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Perayaan Idulfitri yang semestinya menjadi momentum kemenangan dan kebahagiaa…

Most Popular

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

April 08, 2026
BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

April 08, 2026
Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

April 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

Arus Balik, Arus Masalah: Urbanisasi sebagai Bukti Gagalnya Sistem

April 08, 2026
BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

BoP dan Ilusi Perdamaian, ketika Umat Harus Bersikap Tegas

April 08, 2026
Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

Urbanisasi setelah Idulfitri, Wujud Kesenjangan

April 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us