Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Islam, Solusi Hakiki Kasus Bunuh Diri
Opini

Islam, Solusi Hakiki Kasus Bunuh Diri

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
16 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Fenti
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Kasus bunuh diri terjadi kembali. Peristiwa bunuh diri seorang wanita EN (34 tahun) bersama kedua anaknya , AA ( 9 tahun ) dan AAP (11 bulan) terjadi di kampung Cae, Desa Kiangroke, kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. EN ditemukan tewas gantung diri oleh suaminya YS (40 tahun) sepulang kerja jam 4 dini hari. Begitu juga kedua anaknya sudah terbujur kaku.

Kesimpulan sementara polisi, kematian ketiganya bukan oleh orang luar. Kemungkinan besar sang ibu adalah pelaku penganiayaan terhadap kedua anaknya. Hal itu terungkap setelah diketemukannya surat yang ditulis EN sebelumnya.

Kasus bunuh diri dengan motif ekonomi bukan sekali ini saja. Banyak kasus bunuh diri terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini. Menurut data Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menunjukkan ada sekitar 746.000 kematian bunuh diri secara global. Di Indonesia diperkirakan sekitar 4.750 kasus bunuh diri dari total global tersebut. Kasus bunuh diri tercatat setiap tahun meningkat. Menurut data dari kepolisian di tahun 2024 jumlah kasus bunuh diri bertambah 100 jiwa dibandingkan dengan tahun sebelumnya (detik.com, 10-9-2025).

Angka ini bukan hanya sekedar data statistik, tapi gambaran yang menunjukkan betapa banyak orang tengah berperang melawan beban pikiran, depresi, dan tekanan hidup yang kerap tak terlihat.

Menko PMK (Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) Pratikno, prihatin dengan kasus bunuh diri yang menimpa keluarga EN. Oleh karena itu, pemerintah bekerja sama dengan KPPPA (Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Kementerian Kesehatan, BPJS dan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem deteksi dini, intervensi dini dan akses layanan konseling serta perlindungan keluarga.

Sementara itu menurut wakil KPPPA Veronica Tan, KPPPA sudah berupaya untuk melindungi perempuan dan anak dengan menyiapkan berbagai langkah. Dimulai dari memperkuat pelayanan SAPA 129 (layanan untuk pelaporan dan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak), pembentukan UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) yang bertugas memberikan layanan perlindungan dan pendampingan gratis bagi perempuan dan anak korban kekerasan, diskriminasi, penelantaran atau eksploitasi, dan langkah mendorong program pemberdayaan ekonomi perempuan yang lebih konkret.

Namun langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah ini pada dasarnya tidak menyentuh akar permasalahan. Kasus bunuh diri yang terjadi saat ini dikarenakan depresi dan kesehatan mental yang lemah. Hal ini disebabkan karena lemahnya iman seseorang dan kekeliruan memandang arah kehidupan.
Sistem sekularisme kapitalisme yang diterapkan saat ini, menjadikan kehidupan jauh dari agama (sekuler). Ini berpengaruh sehingga iman seseorang menjadi lemah dan pandangan kehidupan hanya untuk meraih kehidupan di dunia saja.

Hidup dalam sistem kapitalisme sekularisme memberikan banyak permasalahan, sehingga aturan yang digunakannya juga hanya mengikuti kepentingan pemilik modal saja.
Alhasil rakyat jauh dari kesejahteraan, yang ada hanya bertambahnya beban hidup. Mulai dari pajak yang terus naik, kebutuhan bahan pokok yang melambung, sulitnya lapangan pekerjaan dan sebagainya.

Kasus bunuh diri yang terus meningkat ini, membuktikan bahwa sistem kapitalisme sekularisme tidak melindungi masyarakat. Penguasa saat ini menjadi pelayan investor, sehingga kebijakan yang diambil bukan untuk kesejahteraan rakyatnya, melainkan mempermudah akumulasi kapital segelintir orang saja.

Islam bukanlah hanya sebagai agama ritual. Allah Swt. menurunkan Islam untuk mengatur kehidupan manusia. Islam mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri (hablum minnafsi), hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas).
Dalam Islam, penguasa adalah ra'in yaitu pengurus urusan rakyatnya. Oleh sebab itu penguasa bertanggungjawab menjamin kesejahteraan dan keselamatan rakyatnya. Negara akan menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat, yang mana kebutuhan pokok harganya terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Begitu juga pendidikan dan kesehatan dalam Islam dijamin oleh negara.

Negara akan menjalankan pendidikan secara murah bahkan gratis. Kurikulum yang diterapkan berbasis akidah Islam. Dengan pendidikan berbasis akidah Islam akan melahirkan generasi beriman, berilmu, dan produktif yang tidak mudah putus asa menghadapi ujian hidup. Mereka adalah generasi yang akan menjadi manusia-manusia yang beramal saleh untuk meraih keberkahan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Dengan diterapkannya syariat Islam secara kafah adalah solusi hakiki maraknya kasus bunuh diri. Wallahualam.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us