Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Potret Kegagalan Sistem Pendidikan Kapitalisme
Opini

Potret Kegagalan Sistem Pendidikan Kapitalisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
31 Jul, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Ghaida Rizkiyama
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Di tengah gempuran problem kemiskinan yang makin merajalela, presiden Indonesia menciptakan program Sekolah Rakyat yang menurutnya akan menjadi solusi bagi problem kemiskinan ini. 

Dikutip dari Kompas.com (21-07-2025), presiden Prabowo Subianto menjadikan Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan berkualitas dengan teknologi terkini, seperti learning management system (LMS), smartboard, dan laptop menjadi sarana pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR). Selain itu, SR juga akan merenovasi rumah milik orang tua murid yang tidak layak huni, begitu pula dengan tetangga-tetangganya.

Jika jika diteliti lebih mendalam, sebenarnya Sekolah Rakyat bukanlah solusi untuk problematika kemiskinan saat ini. Karena faktanya kemiskinan yang terjadi saat ini adalah kemiskinan struktural. Pemotongan gaji, naiknya harga barang konsumsi, maraknya PHK, sempitnya lowongan kerja, dan tingginya angka pengangguran, adalah faktor kemiskinan masih melanda negeri ini. Problem ini tak akan selesai jika hanya dengan diadakannya sekolah gratis. sebab, problem ini berkaitan dengan ekonomi negara.

Semua ini juga tak lepas dari penerapan sistem kufur kapitalisme. Sistem ini menjadikan pendidikan sebagai alat produksi, bukan sebagai pembinaan jiwa. Pendidikan dijadikan sebagai alat untuk mencari cuan. Negara pun tidak hadir secara nyata dalam mengurus pendidikan rakyatnya. Bahkan, negara dengan mudah menyerahkan pendidikan pada swasta yang berorientasi mencari keuntungan.

Hal ini juga menunjukkan bahwa negara hanya berfokus terhadap rakyat miskin yang tak mampu sekolah. Padahal masih banyak problem pendidikan lain yang belum terselesaikan, seperti fasilitas pendidikan yang kurang memadai, sulitnya akses sarana pendidikan juga kualitas tenaga pendidik. Sekolah Rakyat (SR) dijadikan sebagai solusi tambal sulam sebagaimana halnya program MBG yang ditujukan untuk menurunkan angka stunting. Solusi yang diberikan ini tidak menyentuh akar masalah, sehingga tidak dapat menyelesaikan problem kemiskinan.
Dalam negara Islam, pendidikan adalah hak setiap masyarakat, baik miskin maupun kaya. Sebab, pendidikan adalah layanan publik yang menjadi tanggung jawab negara. Negara wajib memberikan layanan terbaik secara cuma-cuma dan merata. Kurikulum yang diterapkan pun bukan kurikulum abal-abal berbasis hawa nafsu belaka, melainkan kurikulum berasas akidah Islam, sehingga mampu mencetak generasi beriman dan bertakwa. Untuk mewujudkan layanan pendidikan gratis, negara memiliki sumber dana yang banyak, yang diambil dari baitul mal yang berasal dari pos fa'i, kharaj, kepemilikan umum, dan lain sebagainya.

Negara juga akan menjamin kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan banyak lapangan pekerjaan. Dengan begitu akan meminimalisir angka pengangguran. Negara bertugas sebagai raa'in dan junnah bagi umatnya. Negara seperti ini hanya akan terwujud jika Islam diterapkan secara kaffah. Penerapan Islam kaffah pun tidak akan terwujud jika tidak ada negara khilafah. Oleh karenanya tugas kita sebagai seorang muslim untuk menegakkan kembali khilafah yang telah lama hilang. Wallahu 'alam.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us