Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Straight News Produk Aturan Undang-Undang Mengarah kepada Industri Kapitalisme
Straight News

Produk Aturan Undang-Undang Mengarah kepada Industri Kapitalisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Feb, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia Prof. Dra. Chusnul Mar'iyah, M.Sc, Ph.D. memandang, produk aturan undang-undang di negeri ini, selalu mengarah kepada industri kapitalisme.

"Produk aturan undang-undang yang ada mengarah kepada industri Kapitalisme," ujarnya dalam Diskusi Online Media Umat: Isu-Isu Peredam Kejahatan Oligarki dan Jokowi, Ahad (9-2-2025) di kanal YouTube Media Umat.

Ia juga mengatakan tidak pernah mendengar bahwa pemerintah menggunakan konstitusi sebagai acuan dalam menentukan kebijakan.

"Saya tidak pernah mendengar ya, mereka itu menggunakan konstitusi sebagai acuan dari langkah-langkah kebijakan politiknya. Karena, nggak ada perdebatan-perdebatan diskursus (wacana) mengenai pasal tujuan bernegara, menyejahterakan, mencerdaskan, dan melindungi rakyat Indonesia segenap tumpah darah," jelasnya.

Itu tidak pernah keluar dari diksi-diksi yang keluar, imbuhnya. Baik dari eksekutif maupun legislatif. Jadi, jauh dari pancasila.

Menurutnya yang kita lihat akhirnya peran bandar itu masih sangat kuat dan perang oligarki ekonomi itu masih kuat.

"Saya selalu menyebutnya bandar, jadi oligarki bisnis, oligarki politik, dan oligarki sosial. Kalau Dr. Mulyadi kan selalu bicara oligarki kembar tiga," cetusnya.

Persoalannya itu kata Chusnul, adalah selalu ada kongkalikong antara elite politik dengan elite ekonomi. Sehingga, menyebabkan para bandar menguasai land grabbing atau perampasan lahan.

Terakhir, ia menegaskan bahwa perampasan lahan atau land grabbing itu bukan hanya di pantai utara. "Mereka menguasai land grabbing itu nggak cuman pantai utara loh, pantai selatan cuman Yogyakarta yang aman," pungkasnya.[] Novita Ratnasari
Via Straight News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Editor Post

Popular Post

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us