Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Negara Korupsi Kronis, Bobroknya Bikin Miris
Opini

Negara Korupsi Kronis, Bobroknya Bikin Miris

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
28 Feb, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Hesti
(Sahabat Tanah Ribath Media77777)

TanahRibathMedia.Com—Korupsi di Indonesia sudah seperti penyakit kronis yang sulit disembuhkan. Setiap tahun, kasus korupsi terus bermunculan, bahkan di level tertinggi pemerintahan. Hingga hari ini, berita mengenai operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pelaku korupsi, masih sering menghiasi jagat pemberitaan tanah air. Hal itu memperlihatkan, bagaimana perilaku korup yang terjadi terutama di kalangan elit atau pejabat publik, sampai detik in, tidaklah selesai, bahkan cenderung semakin meningkat.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, Kejaksaan Agung menetapkan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah. Jaksa Agung Abdul Qohar yang menjabat sebagai Direktur Penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) menyebut negara dirugikan Rp 193,7 triliun dalam kasus korupsi Pertamina ini. Direktur Utama PT. Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan diduga membeli Pertalite untuk kemudian diblending atau dioplos menjadi Pertamax. Namun, pada saat transaksi, Pertalite tersebut dijual dengan harga Pertamax (Kompas.com, 25-02-2025). Kasus ini hanyalah satu dari sekian banyak skandal korupsi yang terjadi. Dari proyek infrastruktur hingga pengadaan barang publik, korupsi telah mengakar di berbagai sektor. Sungguh miris, apakah ini takdir bangsa atau memang ada sistem yang mendukungnnya?

Presiden Prabowo Subianto mempertegas komitmennya untuk memberantas korupsi yang merugikan negara. Presiden mengatakan, tindak korupsi yang masif di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Ia memastikan akan mengerahkan segala upaya dari kekuatan negara untuk membasmi korupsi. Prabowo berpendapat, tata pemerintahan yang baik adalah kunci membasmi korupsi (KumparanNEWS, 14-02-2025).

Namun pernyataan presiden Prabowo Subianto tersebut tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. Penerapan sistem kapitalisme sekularisme yang diterapkan oleh pemerintah saat ini telah membuka peluang terjadinya korupsi secara sistemik, pada berbagai bidang dan level jabatan serta para pemilik modal yang mendapat proyek dari negara. Sistem demokrasi membuka peluang para oligarki memodali pemilihan wakil rakyat dan pejabat, sehingga siapapun yang menjadi pemimpin terpilih pasti akan tunduk pada pemilik modal. Pemimpin, pejabat dan wakil rakyat akan membuat aturan yang hanya menambah keuntungan bagi pemilik modal saja. Akhirnya, negara lemah di hadapan oligarki dan rakyat juga yang menjadi korban.

Dalam Islam korupsi merupakan tindakan yang merugikan, menindas dan zalim karena tidak sesuai dengan syariat. Penerapan sistem Islam menutup rapat-rapat celah korupsi, bahkan  kemungkinan terjadinya tindak korupsi bernilai Nol. Hal ini dapat terwujud karena penerapan hukum dengan sanksi yang tegas dan menjerakan. Islam memiliki lembaga khusus bernama hisbah yang salah satu tugasnya adalah mengawasi harta para pejabat negara. Semua harta kekayaan pejabat negara akan diselidiki secara detil, dari mana asal muasal kekayaan yang didapat. Bagi yang terbukti korupsi akan langsung mendapat hukuman, dari yang terendah yaitu sita harta kekayaannya, lalu tingkat hukuman selanjutnya adalah potong tangan hingga tingkat hukuman yang paling tinggi adalah hukuman mati. Semua tingkatan hukum tersebut menyesuaikan kadar kerugian yang dialami negara. 

Negara juga memiliki sistem pendidikan yang membentuk generasi bersyaksiah Islamiyyah, yang jauh dari kemaksiatan. Dengan adanya kontrol masyarakat dan penerapan Islam secara kaffah oleh negara, korupsi dapat diberantas dengan tuntas. Wallahu'alam

Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us