Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Pengangguran Gen Z Mencapai Titik Kritikal?
Opini

Pengangguran Gen Z Mencapai Titik Kritikal?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Nov, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ayu Septia
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Di lansir dari Radarjogja.jawapos.com (23-10-2024), angka pengangguran di kalangan gen Z di Indonesia telah mencapai titik kritikal, yaitu sebanyak 9,9 juta orang. Ini berarti sekitar 22,25% dari total penduduk usia 15-24 tahun masih belum memiliki pekerjaan stabil. Fenomena ini menimbulkan perdebatan apakah mereka korban ekonomi/beban negara.

Faktor utama terhadap tingginya angka pengangguran di antaranya kesenjangan keterampilan, biaya pendidikan tinggi, perubahan ekonomi dan teknologi, dampak pandemi covid-19. Dampak pengangguran struktural: Masalah kesehatan mental, potensi hilangnya generasi produktif.

Fenomena pengangguran kini telah menjamur bahkan sampai di kalangan gen Z/pemuda. Selain itu generasi sekarang banyak yang terjebak dalam lubang gaya hidup bebas yang menyebabkan pemuda hedonisme, konsumeratif, gaya hidup FOMO. Namun di sisi lain banyak problematika yang terjadi pada gen Z antara lain: penganguran, UKT mahal, kesenjangan sosial, dan lain-lain.

Hal tersebut merupakan indikator kerusakan yang terjadi di kalangan pemuda, tingginya angka pengangguran di sebabkan salah satunya karena biaya pendidikan tinggi. Di samping faktor kerusakan ini dari sistem demokrasi yang berdampak pada sistem pendidikan dan menyebabkan UKT maha  sehingga untuk memperoleh pekerjaan sekarang diberlakukan adanya ijazah.

Sementara itu, pelajar yang duduk di bangku perkuliahan hanya orang yang mempunyai uang. Padahal tidak semua orang mempunyai uang karena perekonomian sekarang yang tidak stabil. Orang yang mempunyai uang/kekuasaan makin kaya dan orang dari golongan menengah hingga golongan bawah makin di himpit dengan sistem perekonomian sekarang.

Sungguh miris pemuda saat ini mereka terjebak gaya hidup bebas. Seharusnya hakikat pemuda adalah sebagai agen perubahan bukan kerusakan. Karena potensi yang dimiliki oleh pemuda sangatlah penting. Pemuda harus melek politik agar sadar akan hiruk pikuk akibat diterapkan sistem rusak. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi dengan baik, seperti membuat konten yang berfaedah/ menyebarkan dakwah Islam, menggencarkan opini tentang Palestina, dll.

Problematika ini menunjukkan salahnya penerapan sistem demokrasi berasaskan sekularisme yang memisahkan agama dari kehidupan, membuat pemudanya bebas dalam melakukan apapun yang tidak sesuai jalur syara’. Dari pemimpinnya juga salah karena tidak bertanggung jawab dan tidak meriayah rakyatnya dengan suasana keimanan, yang seharusnya menjadi prioritas utama. Seharusnya pemimpin itu bukan menambah masalah, tapi memberikan solusi.

Sudah saatnya kita mengganti sistem dengan sistem yang membawa berkah ke seluruh alam atau yang disebut sebagai Rahmatan lil ‘alamin. Dengan sistem tersebut potensi pemuda disalurkan dengan baik untuk menjadi agen perubahan, dan semua pemudanya bersakhshiyyah islamiyyah alias berkepribadian Islam. Karena sistem Islam mendidik dan membina pemuda sesuai jalur syari’at, dan mewujudakan generasi yang berkualitas. 

Di samping itu, Islam juga memberikan lapangan pekerjaan seluas luasnya bagi masyarakat. Karena negara pasti akan mengelola SDA secara mandiri. Maka banyak tenaga kerja yang dibutuhkan. Sehingga SDM dan lapangan kerja pun stabil.

Oleh karena itu sudah seharusnya seorang muslim memperjuangkan serta mendakwahkan umat agar mereka sadar akan urgensi sistem Islam di tengah tengah umat.  Sebab hanya daulah Islam lah yang mampu menyelesaikan problematika dan menyejahterakan umat. Wallahu‘a’lam bishshowab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Tragedi Tren Freestyle, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Mei 21, 2026
Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Rupiah Melemah, UMKM Terhimpit: Bukti Rapuhnya Sistem Ekonomi Kapitalisme

Mei 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us