Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Perayaan HUT RI Ke-79, Nirempati Pemerintah
Opini

Perayaan HUT RI Ke-79, Nirempati Pemerintah

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
19 Agu, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: R. Raraswati
(Muslimah Jember)

TanahRibathMedia.Com—Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata memaparkan anggaran perayaan HUT RI ke-79 membengkak hingga 63 persen yaitu mencapai 87 miliar. Mirisnya, Presiden Joko Widodo menilai hal ini wajar karena perayaan negara dilakukan pada dua tempat yaitu di Jakarta dan IKN. Terbatasnya infastruktur di IKN membuat pemerintah harus mengalokasikan dana transportasi dan akomodasi yang besar bagi para tamu. Masalahnya, dana sebanyak itu dikeluarkan untuk seremonial yang bersifat sementara, sedangkan rakyatnya masih banyak yang hidup dengan kekurangan.
 
Kenyataan tersebut telah menunjukkan nirempati penguasa terhadap keadaan rakyatnya. Pemerintah sibuk mempersiapkan seremonial kemerdekaan RI, tetapi lupa memerdekakan masyarakat dari kemiskinan dan berbagai kesulitan. Harga kebutuhan makin tinggi, bahan bakar mahal, gelombang PHK juga terus melanda sehingga daya beli masyarakat menurun.

Bukan hanya itu, ada masyarakat yang sedang menunggu kepastian pembayaran kompensasi dari pembebasan lahan yang digunakan IKN. Namun, negara seolah melupakan dan tidak mengenal skala prioritas. Pemerintah justru memaksakan untuk bisa merayakan di IKN meski pembangunannya belum selesai. Meski banyak yang mengingatkan, keputusan ini tetap dilaksanakan. Padahal, jika seremonial peringatan kemerdekaan RI dilaksanakan di Jakarta saja, dananya bisa digunakan untuk membayar kompensasi lahan yang sangat dibutuhkan rakyat karena sejatinya itu adalah utang.

Jika pembayaran kompensasi adalah utang karena lahannya telah digunakan IKN, maka harusnya menjadi prioritas membayarnya. Namun, pemerintah justru memilih mengadakan seremoni HUT RI ke-79 di IKN lebih dulu yang seolah melupakan kewajiban membayar kompensasi. Sungguh, fakta ini menyakiti hati rakyat. Seolah-olah  rakyat harus menanggung segala konsekuensi atas terwujudnya ambisi pemerintah dalam membangun IKN.

Itulah kezaliman atas kebijakan pemerintah terhadap rakyatnya. Meski penduduk Indonesia mayoritas muslim, dan pemimpinnya juga muslim, namun gaya hidupnya bermewah-mewah. Pemerintah seolah ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kemajuan dengan memperlihatkan kemewahan dalam memperingati kemerdekaan RI. Penguasa lupa terhadap ayat Allah tentang laknat bagi manusia yang hidup bermewah-mewahan dan terus berbuat dosa sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya mereka sebelumnya hidup bermewah-mewah. Dan mereka terus menerus mengerjakan dosa besar." (TQS Waqi’ah 45-46).

Oleh sebab itu, bermewah-mewah dalam hal yang sifatnya hanya seremonial tentu makin menyakiti hati rakyat. Seharusnya memaknai kemerdekaan itu dengan prestasi dan hasil kerja nyata bukan sekadar seremonial yang penuh dengan pencintraan semata. Pemerintah seyogianya lebih mengutamakan berempati terhadap kesulitan rakyat.

Semoga dengan ini, bisa menyadarkan penguasa untuk lebih berempati terhadap rakyat. Pemerintah harus memiliki prioritas terhadap rakyatnya, tidak lagi bermewah-mewahan, dan yang paling penting adalah menjalankan syariat Islam dalam pemerintahan. Allahu a’lam bish showab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us