Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Fenomena Dokter Asing Kuatkan Kapitalisasi Kesehatan
Opini

Fenomena Dokter Asing Kuatkan Kapitalisasi Kesehatan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
15 Jul, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Rosyidatuzzahidah 
(Muslimah Ideologis/ Duta Mabda' Islam) 

TanahRibathMedia.Com—Dilansir dari laman Liputan6.com (04-07-2024), Gedung Fakultas Kedokteran (FK) kampus A Universitas Airlangga (Unair) Surabaya diserbu karangan bunga bernada dukungan untuk Dr. Budi Santoso. Budi sebelumnya dicopot dari jabatannya sebagai Dekan Unair. Pemecatan  terjadi setelah Budi menyuarakan sikap menolak rencana pemerintah memilih  dokter asing ke Indonesia. 

Fakta lain yang dikutip dari laman Antara news.com (03-07-2024), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan tujuan dokter-dokter asing didatangkan ke Indonesia bukan untuk menyaingi dokter lokal.Dia menjelaskan bahwa hampir 80 tahun merdeka, Indonesia masih kekurangan tenaga spesialis, dan yang paling banyak kosong adalah dokter gigi.

Selain itu, Budi berpendapat bahwa distribusi juga kurang, seperti 65 persen puskesmas di Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK) yang mengalami kekosongan 9 jenis tenaga kesehatan. Budi menilai upaya tersebut dapat mengakselerasi transfer ilmu bedah toraks kardiovaskular bagi dokter lokal.

Sebelumnya, Budi mengatakan bahwa misi utama pemerintah mendatangkan dokter asing adalah untuk menyelamatkan sekitar 12 ribu nyawa bayi per tahun yang berisiko meninggal akibat kelainan jantung bawaan. Menteri Kesehatan mengakui bahwa kebijakan tersebut, walaupun bertujuan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa bayi-bayi tersebut, namun belum sepenuhnya diterima dan disetujui  oleh sejumlah pihak yang mengaitkan hal tersebut dengan kualitas layanan dokter asing. 

Rencana impor dokter asing sudah lama diwacanakan pemerintah dengan berbagai dalih. Dulu berdalih masuknya dokter asing agar masyarakat tidak lagi berobat ke luar negeri. Sekarang justru beralasan karena Indonesia kekurangan dokter. Namun, kebijakan ini sejatinya membuktikan gagalnya pemerintah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang kesehatan yang berkualitas dan memadai. 

Padahal Indonesia memiliki banyak SDM lulusan pendidikan kesehatan. Jika pemerintah fokus dalam menyediakan pendidikan berkualitas maka, tentu mereka akan berdaya terutama dinegri ini. Bahkan negara tidak perlu membuka peluang bagi dokter asing untuk masuk. Karena, keberadaan mereka hanya akan menambah besar persaingan tenaga kerja dinegri ini yang berujung pada bertambahnya jumlah pengangguran. 

Persoalan kesehatan di Indonesia masih banyak dan sangat kompleks. Namun, aturan kesehatan dalam sistem kapitalisme yang diterapkan saat ini tidak menawarkan upaya mewujudkan pelayanan kesehatan berkualitas dan mudah bagi masyarakat. Sebaliknya, justru tak memuaskan bahkan merugikan masyarakat termasuk para tenaga kesehatan lokal. Inilah fakta buruknya pengurusan hak rakyat dalam sistem kapitalisme sekularisme. 

Berbeda dengan sistem kesehatan dalam Islam, Islam memandang penguasa sebagai pelaksana syari'at secara kaffah (menyeluruh), menjamin pelayanan terbaik bagi seluruh rakyatnya, baik muslim maupun non muslim, tak memandang derajat kaya atau miskin. Sebab, dalam pandangan Islam kesehatan adalah kebutuhan pokok masyarakat, yang menjadi tanggung jawab negara. Pelayanan kesehatan bukanlah jasa untuk dikomersialkan. 

Negara bertanggungjawab dengan seoptimal mungkin terhadap ketersediaan fasilitas kesehatan, baik dari segi jumlah, kualitas terbaik dengan para dokter ahli, obat-obatan, dan peralatan kedokteran yang dibutuhkan serta menyebarkannya keseluruh rakyat hingga ke pelosok negri. Negara wajib mengelolanya secara langsung diatas prinsip pelayanan untuk rakyat. 

Pembiayaan pelayanan kesehatan dalam negara Islam tidak akan membebani rakyat, rumah sakit dan tenaga kesehatan sepeserpun. Pembiayaannya diambil dari baitul maal (kas negara), sebab diatur oleh sistem ekonomi IsIam. 

Seperti inilah gambaran kesejahteraan rakyat dalam sistem Islam. Kapitalisasi kesehatan akan terus berlanjut di negri ini selagi sistem yang berlaku saat ini tidak diganti. Saatnya lah kita kembali kepada Islam dengan menjalankan syari'at secara kaffah dalam lindungan Daulah Islam. Nashrullahi wafathun qariibun. Wa'llahua'lam biash-showab
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Korupsi Jampidsus: Momentum Evaluasi Sistem Penegakan Hukum

Juli 21, 2026
Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Layanan HIV Diperkuat, Akar Masalah Tetap Dibiarkan

Juli 19, 2026
Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Sistemik Kapitalisme sebagai Pemicu Problem Mega Korupsi

Juli 21, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us