Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini Ramadan Hadir, Pinjol Diprediksi Makin Menjadi-jadi
Opini

Ramadan Hadir, Pinjol Diprediksi Makin Menjadi-jadi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
15 Mar, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Mutiara Hasanah, S.ST.
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

TanahRibathMedia.Com—Terjadi keanehan di bulan mulia Ramadan kali ini. Ramadan yang seharusnya menjadi bulan pengampunan dan kebaikan, ternyata malah menunjukkan peningkatan pinjol (pinjaman online). CEO PT Sahabat Mikro (Samir) Yonathan Gautama mengatakan bahwa permintaan pinjaman cenderung meningkat dari Ramadan hingga Lebaran, dikarenakan butuhnya tambahan dana memenuhi kebutuhan liburan, dan persiapan lebaran (Kontan, 12-3-2024).

Tak hanya untuk pembiayaan domestik rumah tangga, pinjaman online juga dikatakan oleh Yonathan digunakan untuk kebutuhan bisnis yang memerlukan tambahan modal. Agaknya  bisnis yang dimaksud disini adalah UMKM dan bisnis menengah sejenis yang membutuhkan modal cepat dengan prosedur yang mudah. Sebagaimana dalam data OJK, sekitar 38,39% dari transaksi pinjol merupakan pembiayaan kepada pelaku UMKM.

Jika dicermati, kemudahan yang ditawarkan pinjol berbanding lurus dengan tuntutan bunga tinggi dalam pembayarannya. Hingga pelaku penagihnya yang tidak baik bahkan cenderung memaksa dan menghinakan membuat para peminjam tertekan bahkan depresi dan ekstrimnya melakukan bunuh diri.

Jika kembali pada hakikatnya, lembaga keuangan seperti bank, fintech, dan sejenisnya adalah berbasis riba yang diharamkan oleh Islam. Bahkan pelakunya diancam menyatakan perang terhadap Allah Ta’ala,

“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS. Al-Baqarah:279). 

Sistem kapitalisme sebagai sistem yang diterapkan di negeri ini, memang menjadikan riba sebagai pilar sistem ekonomi dan keuangan. Mayoritas transaksi mengandung riba, yang berakibat fatal dan merusak baik individu maupun masyarakat.

Padahal di bulan mulia ini, harapan untuk selalu dalam koridor ketaatan, bahkan dalam mencari nafkah seperti berbisnis, menjadi sulit karena bentuk permodalan yang ada sarat akan transaksi berbunga. Berharap rezeki berkah namun melalui jalan yang dibenci Allah Ta’ala, tentu bukan yang diinginkan oleh umat.

Islam yang sempurna sesungguhnya telah memberi solusi atas larangan riba. Melalui mekanisme terstruktur, Islam mewujudkan perekonomian sejahtera berupa terpenuhinya kebutuhan primer yang mudah bahkan gratis. Mudahnya memenuhi sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, serta keamanan dalam sistem Islam akan membuat individu dapat memenuhi kebutuhan sekunder dan tersiernya.

Ditambah lagi, edukasi yang dilakukan kepada masyarakat dalam sistem Islam, yakni Khil4f4h, akan membuat umat hidup zuhud, sederhana, tidak berlebih-lebihan. Ramadan menjadi bulan memperbanyak amal salih bukan memperbesar sifat konsumtif. Budaya mudik akan difasilitasi negara dengan moda transportasi umum yang aman dan nyaman, sehingga tidak perlu membeli atau leasing ribawi kendaraan pribadi yang baru menjelang lebaran. Sedangkan pinjaman kepada bisnis UMKM, akan dipenuhi dengan sistem pinjaman nonribawi atau bahkan hibah (pemberian) dari baitulmal.

Solusi komprehensif ini akan melindungi umat dan menjauhkan riba. Masyarakat terpenuhi kebutuhannya, bisnis pun bertumbuh. Hasilnya keberkahan benar-benar hadir dan keridaan Allah Ta’ala meliputi umat Islam.

Wallahualam.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us