Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Nafsiah Hikmah Ramadan: "Tradisi Mudik"
Nafsiah

Hikmah Ramadan: "Tradisi Mudik"

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
29 Mar, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Maman El Hakiem
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

Hari keduabelas Ramadan

TanahRibathMedia.Com—Mudik  ternyata  akronim dari "mulih dhisik" yang artinya adalah "pulang dulu" , merupakan sebuah tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia. Mudik bukan sekadar perjalanan fisik menuju kampung halaman, tetapi lebih dari itu, merupakan perjalanan spiritual yang mempererat tali ukhuah antar sesama manusia. Di balik keriuhan dan kepadatan di jalanan, terkandung makna yang dalam tentang persaudaraan, kebersamaan, dan berbagi rezeki.

Sebagai tradisi yang bermula dari banyaknya kaum perantauan di kota untuk pulang kampung. Pada awalnya sekadar melihat keluarga saja, namun akhirnya menjadi tradisi setiap menjelang hari raya atau lebaran. Mudik seakan mengajarkan kita untuk tidak hanya berfokus pada diri sendiri, tetapi juga memperhatikan keberadaan dan kebutuhan sesama. 

Suasana mudik adalah saat di mana orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat bersatu dalam satu tujuan, menyambut kehadiran bulan suci Ramadan dengan penuh kegembiraan,  dan kerinduan akan kebersamaan keluarga saat merayakan lebaran.

Mudik bukan hanya tentang pulang ke kampung halaman, tetapi juga tentang pulang ke hati nurani atau fitrahnya manusia.  Saat kita menjejakkan kaki di tanah kelahiran,  tentu akan merasakan kehangatan dan keakraban yang sulit didapatkan di tengah hiruk-pikuk kehidupan perkotaan. Ini adalah saat di mana kita kembali mengenang nilai-nilai luhur yang telah diajarkan turun temurun, seperti adab sopan santun, tolong-menolong, dan saling mencintai sesama manusia.

Lebih dari itu, mudik juga menjadi momentum untuk berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan. Dalam tradisi mudik, kita sering kali melihat berbagai aktivitas mulia, semisal berbagi makanan dan pakaian kepada saudara atau orang-orang yang kurang mampu. Hal ini  mengingatkan kita, bahwa keberkahan bukan  pada banyaknya  harta yang kita miliki, melainkan pada kemampuan kita untuk berbagi kepada sesama.

Namun, tidak semua orang yang ada di perantauan bisa merayakan lebaran di kampung halaman dan merasakan suasana mudik. Banyak dari mereka yang terhalang oleh kendala finansial atau jarak yang jauh. Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang berbagi, penting bagi kita untuk menjaga inklusivitas dan keadilan sosial, sehingga semua orang dapat merasakan kebahagiaan dan kehangatan dalam momen mudik.

Dengan demikian, mudik bukanlah sekadar perjalanan dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi sebuah perjalanan bermakna yang mengajarkan kita tentang nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan berbagi rezeki. Melalui mudik, kita dapat menyambung kembali tali ukhuah yang mungkin terputus dan memperkuat jalinan sosial di tengah-tengah kesenjangan yang ada. Semoga tradisi yang mulia ini tetap terjaga dan terus menjadi inspirasi bagi kita semua dalam menjalani kehidupan yang penuh makna dan berkah.

Sesungguhnya pada harta yang kita miliki ada hak untuk mereka yang membutuhkan. Tradisi  berbagi saat mudik akan mengalirkan harta agar tidak berputar pada orang kaya saja. Hal ini sebagaimana  tersirat pada makna ayat Allah Swt., "...Supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah, dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya." (QS Al Hasyr: 7)

Wallahu'alam bish Shawwab.
Via Nafsiah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us