Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Opini The Miracle of Rajab: Kembalinya Perisai Umat
Opini

The Miracle of Rajab: Kembalinya Perisai Umat

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Feb, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Maman El Hakiem
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

TanahRibathMedia.Com—Rajab itu ajaib. Bulan yang penuh dengan keutamaan dan keberkahan,  bahkan dalam sebuah hadis disebut sebagai  bulannya Allah Swt.. Terlebih pada tahun ini, Rajab memiliki keistimewaan tersendiri, terkait dengan upaya umat Islam untuk kembali bersatu dalam naungan Khil4f4h yang hampir satu abad lamanya negeri kaum muslim terpecah-belah.

Tepatnya pada 3 Maret 1924, umat Islam menyaksikan peristiwa yang mengguncang keberlanjutan Khil4f4h, simbol persatuan dan kekuatan umat Islam selama berabad-abad. Keruntuhan ini tidak hanya menciptakan kekosongan sistem pemerintahan Islam, tetapi juga menorehkan luka mendalam di hati umat Islam, negeri-negeri kaum muslim terpecah belah menjadi negara kecil yang dibuat oleh kaum imperialis, Inggris dan Amerika Serikat.

Seabad Tanpa Perisai Umat

Seabad berlalu, dan umat Islam masih merasakan dampak dari keruntuhan Khil4f4h. Bagai anak ayam yang kehilangan induknya, kaum muslim di berbagai belahan dunia nasibnya merana. Di negeri mayoritas muslim sekali pun penguasanya tak berdaya di bawah tekanan sistem sekularisme, apalagi jika kaum muslimnya minoritas sudah pasti tertindas,  seperti yang terjadi pada kaum muslim Rohingya, Uyghur dan India.

Oleh karena itu, kaum muslim harus menemukan momentumnya kembali untuk bangkit dari keterpurukannya. Tidak boleh merasa lemah, apalagi menyerah begitu saja dengan keadaan zaman saat ini. Di sinilah pentingnya momentum Rajab harus menjadi panggung bagi upaya mengembalikan kembali perisai umat, di mana umat Islam berupaya merajut kembali persatuan mereka di bawah naungan Khil4f4h.

Bulan Rajab sendiri memiliki makna yang mendalam dalam sejarah Islam. Bulan ini dianggap sebagai salah satu dari empat bulan suci, di dalamnya terdapat hari penting seperti Isra' Mi'raj, peristiwa yang menunjukkan keagungan dan keajaiban Allah Swt.. Dalam cahaya keistimewaan ini, umat Islam memandang Rajab sebagai momen yang tepat untuk merefleksikan dan memulai perubahan positif.

Momen Rajab 1445 H memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk bersatu kembali dan membangun narasi khil4f4h sebagai muara  persatuan. Upaya bersama dalam mendirikan sistem khil4f4h yang adil dan inklusif menjadi tujuan yang dikejar untuk mengatasi perpecahan dan mengembalikan kejayaan umat Islam.

Keajaiban Segera Tiba

Namun, perjalanan menuju persatuan di bawah khil4f4h tidaklah mudah. Tantangan dan hambatan politik, ekonomi, dan sosial harus diatasi dengan bijak dan beriringan dengan semangat keislaman yang kukuh.

Dengan berakhirnya abad yang penuh cobaan dan perpecahan, umat Islam berharap Rajab 1445 H menjadi awal yang baru, menuju kebangkitan umat dan kedaulatan khil4f4h. Inilah saat yang tepat untuk bersatunya umat. 'It is time to be one ummah". Semoga momen spesial ini memberikan inspirasi dan kekuatan bagi umat Islam untuk bersatu kembali di bawah naungan sistem pemerintahan yang sesuai sunah Rasulullah saw., sistem yang adil, dan penuh berkah.

Tidak salah kiranya jika kita merindukan Rajab sebagai "The Miracle" , saat yang tepat untuk melakukan perubahan cara pandang kehidupan dari sekularisme menjadi Islam, hanya dengan  dakwah Islam secara kafah dalam rangka melanjutkan kehidupan Islam yang akan membawa Islam menuju masa depan yang lebih cerah, di mana kekuatan persatuan kembali memancar dari setiap jengkal tanah negeri-negeri kaum muslim.

Bersatunya kaum muslim dalam naungan khil4f4h adalah sebuah keniscayaan sebagai refleksi dari makna kalam Allah Swt., 

"Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai." (QS Ali Imran: 103).

Bersatunya kaum muslim merupakan nikmat dari Allah Swt. karena akan menguatkan jalinan persaudaraan. 

"Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu saling bermusuhan, lalu Allah menyatukan hatimu, maka dengan nikmat Allah itulah kamu bersaudara." (QS Ali Imran: 103).

Kembalinya perisai umat ke tangan kaum muslimin akan menjadi penghalau atas segala  kezaliman yang dilakukan musuh-musuh Islam selama ini. 

"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain; dia tidak menzaliminya, dan tidak menyerahkan kepadanya kepada musuhnya."
(HR Bukhari dan Muslim)

Wallahu'alam bish Shawwab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us