Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda Nafsiah Tak Sekadar Bingkisan dan Bungkusan
Nafsiah

Tak Sekadar Bingkisan dan Bungkusan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
25 Nov, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Nai Ummu Maryam
(Tim Redaksi Tanah Ribath Media) 

TanahRibathMedia.Com—Jika dibuat daftar nama guru di sebuah kertas, tentu tidak hanya satu nama yang telah berjasa dalam hidup kita. Sumbangsih yang mereka berikan sangat luar biasa bagi diri ini yang masih banyak kekurangan. Mulai dari sosok orang tua sebagai guru terbaik dalam hidup. Lalu ada para guru yang mengajar di sekolah formal dan non formal hingga para guru yang menunjukkan kepada jalan menuju iman dan Islam. 

Ketika bulan November tiba, telah berseliweran status dan caption di sosial media tentang hari guru. Tidak bisa dimungkiri semarak peringatan Hari Guru Nasional setiap 25 November membuat jagat dunia maya ramai dengan berbagai foto bersama guru-guru tercintanya. Bingkisan dan bungkusan juga beragam macam dihadiahkan kepada sang guru sebagai tanda ucapan terima kasih. 

Sesekali senyum manis di bibir para guru pun menyeka namun tak seirama dengan hasrat di hati. Masih terasa secercah harapan dan kesedihan yang dirasakan para guru di sistem kehidupan hari ini. Tak terpancar di wajahnya memang, namun berbekas mendalam di hatinya. Yakni tentang kesejahteraan para guru. Tidak semua guru memiliki nasib beruntung. Ada yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan gaji yang dikatakan layak. Namun ironisnya masih ada guru yang berstatus honorer dengan gaji yang sangat minim. Keikhlasan dan pengorbanannya kian teruji ketika gaji keluar 3-6 bulan sekali. Sungguh miris. 

Jika kondisi ekonomi para guru masih jauh dari kesejahteraan bagaimana bisa mereka fokus untuk mengajar? Tentunya mereka harus mencari pekerjaan tambahan sehingga mampu menutupi biaya kebutuhan hidup untuk keluarganya. Bisa dikatakan bahwa esensi memuliakan guru belum sepenuhnya diterapkan. Masih sekadar seremonial belaka yang berbalut bingkisan dan bungkusan. 

Dalam Islam telah diatur adab-adab sebagai murid dan guru termasuklah dalam rangka memuliakannya. Tidak hanya dilakukan pada individu saja namun negara juga berkewajiban memberikan kesejahteraan kepada para guru karena jasa dan pengabdiannya tidak diragukan lagi, karena memuliakan guru adalah bagian dari syariat Islam yang dengannya mampu mendatangkan keberkahan terhadap ilmu yang diperoleh sehingga menjadi amal jariyah bersama. 

Dalam sistem Islam, peran negara sangat penting untuk memperhatikan kesejahteraan para guru. Seperti yang pernah dicontohkan oleh Khalifah Umar bin Khattab memberikan gaji pada mereka masing-masing sebesar 15 dinar (1 dinar setara dengan 4,25 gram emas). Jika harga emas pergramnya 1 juta, artinya gaji guru perbulan mencapai Rp.63.750.000. Ini tanpa memandang status guru tersebut sebagai ASN atau pun honorer. Tidak kah kita merindukan para pemimpin atau atasan seperti teladan Khalifah Umar bin Khattab dan para sahabat lainnya? 

Semoga penghormatan kita kepada guru-guru bukan hanya sekadar basa-basi seremonial belaka. Langitkan doa-doa untuk mereka dan amalkan segala ilmunya. Semoga penghormatan kita kepadanya bukan karena mengejar eksistensi diri agar terlihat keren di sosial media.

Untukmu wahai para guru, semoga jasamu di dunia tidaklah sia-sia. Semoga menjadi pemberat timbangan amal kebaikanmu di sisi Allah nantinya. Aamiin. 

Wallahua'alam
Via Nafsiah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Lg8t Musuh Bersama, Stop Menormalisasinya

Juli 18, 2026
Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Menegakkan Khilafah: Fardhu Kifayah yang Terabaikan

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us